Kamis, 21 Januari 2010

Pacaran Dalam Pandangan Islam...

a. Islam Mengakui Rasa Cinta

Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.

"Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik ."(QS. Ali Imran :14).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.

Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku".

b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal

Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.

Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.

Bahkan lebih 'keren'nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan 'pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.

Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man.

Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.

Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.

Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

c. Pacaran Bukan Cinta

Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemua langsung.
Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya.
Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.

d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan

Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.

Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,"Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa' fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha' Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)

Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.
Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga ta'aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.

Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.

Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan.

Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

http://yartati.multiply.com/reviews?&page_start=20



Tips Memilih Calon Suami

Lelaki yang paling diutamakan ialah lelaki yang soleh yang mempunyai pendidikan agama yang sempurna serta berpegang teguh dengan ajaran Islam. Di mana melalui panduan agama, seorang suami itu berwajiban menggauli isterinya dengan baik dan memberi nafkah sesuai dengan tuntutan Islam.

Firman Allah Taala dalam surah An-Nisaa’ ayat 34: Maksudnya :

“Lelaki itu pemimpin yang bertanggungjawab atas kaum wanita dan kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita) dan kerana telah membelanjakan harta mereka”.

Dalam ayat di atas jelas bahawa suami mempunyai kekuasaan terhadap isteri di mana isteri hanya membantu suami dalam urusan rumahtangga. Lelaki yang benar-benar dapat mengendalikan kewajiban seorang suami mestilah berupaya menjadi ketua keluarga yang bertugas memimpin, mendidik dan memberi kasih sayang terhadap rumahtangga.

Di antara faktor penting dalam mengutamakan agama yang disarankan oleh Islam ialah :-

1. Mempunyai akidah yang sempurna dan kefahaman agama yang kukuh serta praktikal.
2. Melaksanakan syariat Islam berdasarkan prinsip yang berterusan.
3. Mengamalkan sikap kesederhanaan dalam hidupnya.
4. Mengetahui besarnya ganjaran nafkah di dalam rumah tangga.

Selain dari itu wajar bagi lelaki seorang yang tajam fikirannya, bijak menyelesaikan masalah, mempunyai sifat-sifat yang mulia, seorang yang penyayang, suka memberi dan menerima, bertolak ansur dan mengambil berat terhadap keluarganya.

Walau bagaimanapun, sebagai kaum lelaki sudah masanya dari sekarang melengkapkan diri dengan mencari dan mempelajari ilmu Islam sebanyak mungkin untuk persediaan di hari muka. Oleh itu, ingatlah bahawa kaum wanita pada hari ini sudah mengerti memilih calonnya di mana bukan saja lelaki yang kacak malahan bijak pula dalam selok belok agama yang sememangnya layak menjadi suami.

9 TIPS MENJADI WANITA CANTIK,

1) Jadikanlah ghadul bashar (menundukkan
pandangan) sebagai celak bagi kedua belah alis
mata kalian. InsyaALLAH, pandangan visual kalian
akan menjadi makin jernih dan bening.

2) Oleskanlah lipstik kejujuran dan kebenaran (al
haq) pada ulasan bibir delima kalian. InsyaALLAH,
ukiran senyuman kalian akan bertambah manis
dan dihargai sesama.

3) Bedakkanlah raut wajah kalian dengan kosmetik
yang berasaskan malu dan keadaban.
InsyaALLAH, kesederhanaan lahiriah yang kalian
biaskan itu akan menyejukkan mata yang
memandang.

4) Lumurkanlah sabun istighfar ke sepelusuk
anggota badan kalian. InsyaALLAH, ia bisa
mengikis daki kotoran dosa dan kesalahan yang
telah kalian lakukan.

5) Rawatkanlah rambut kalian dengan hijab
ISLAMI. InsyaALLAH, ia akan menyelimuti azaraul
jasad sang hawa daripada menjadi mangsa
kerakusan insan yang terlepas daripada tambatan
keimanannya.

6) Sarungkanlah kedua-dua belah tangan kalian
dengan gelang sedekah dan jari-jemari kalian
dengan cincin ukhuwwah Islamiyyah. InsyaALLAH,
kelak kalian akan temui warga Sholihin yang
nilaiannya melangkaui segunung emas permata.

7) Alunkanlah kemerduan dan kesyahduan suara
kalian dengan tilawatul Quran dan zikrullah.
InsyaALLAH, berkat kekhusyukan dan
penghayatan, hulwatul Iman akan dikecapi ruh
kalian sebagaimana lidah merasakan kemanisan
makanan.

8) Luruskanlah postur tubuh badan kalian dengan
ketulusan dalam menunaikan solat dan
pengibadatan kepada Yang ESA. InsyaALLAH,
takkan DIA persia-siakan keikhtilasan atau
keikhlasan atau keistiqomahan kalian dalam
mencari keredhoan-NYA.

9) Hembuskanlah nafas taabud wa taqarrub ila
ALLAH S.W.T. ke dalam ruh dan sanubari kalian.
InsyaALLAH, selama itu takkan kalian rasai
ketandusan kasih sayang maupun kegelisahan
dalam kehidupan.

Semuga bermanfaat bagi kita semua,terutama kepada wanita muslimah,,amin,

http://solekha.multiply.com/reviews/item/57

Tidak ada komentar:

Posting Komentar