Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, terkadang kita terasa bahagia namun juga terkadang begitu membosankan. Seperti air laut, ada saatnya pasang dan ada saatnya surut. Ada masa tenangnya dan ada masa gelisah diterjang ombak yang kuat menghempas.
Bagaimana pun agungnya sebuah cinta yang dibina dan eratnya kasih sayang yang dijalin serta dipupuk, seperti juga hubungan di antara lidah dan gigi dalam mencerna makanan, walau rapat sekalipun namun sesekali tergigit juga.
Pertengkaran kecil atau ada rasa tidak puas hati di antara suami isteri memang perkara yang mudah terjadi. Namun, jika dibiarkan berlarut dan tidak dibendung segera, maka pertikaian kecil akan jadi besar dan akhirnya mengakibatkan kehancuran pada mahligai rumahtangga kita.
Seperti ombak kecil tadi, ia hanya akan mengakibatkan kapal terombang-ambing saja. Namun jika ombak sudah besar, bisa saja kapal akan ditelannya dan mahligai rumahtangga akan hancur.
Pertikaian atau rasa tidak puas hati jangan dibiarkan berlarut-larut. Tapi sebaliknya, hendaklah segera dibendung dan diperbaiki oleh kedua belah pihak, agar jangan sampai penyakit yang sudah parah baru dicarikan obatnya.
Masalah awal yang perlu dilakukan oleh kedua belah pihak adalah dengan mengkoreksi diri sendiri (bermuhasabah). Jangan ego diri di tonjolkan dan kenapa masalah itu terjadi? Renungilah dan kajilah, mungkin saja salah seorang atau keduanya punya salah
Sebagai contoh, saat sang suami pulang ke rumah untuk bertemu dengan isteri dan anaknya. Tentulah pulang dalam keadaan letih dan lesu setelah seharian mencari nafkah atau berdakwah di tengah masyarakat. Tanpa diduga atau disadari tiba-tiba rasa hendak marah pada isteri yang mungkin tidak sempat berhias atau melihat anak-anak yang tidak terurus.
Lalu, saat sang isteri melihat suami yang pulang ke rumah dalam keadaan marah-marah, ia merasa seolah-olah suaminya sudah tidak menyukai dan menyayanginya lagi. Maka akan timbul rasa hambar dan dinginnya rumahtangga yang telah dibina sekian tahun.
Dan sang isteri, jika merasa dirinya tidak dihargai lagi, mulailah ia memendam rasa (namun tidak semuanya seperti ini). Masalah yang kecil itu dirasakan cukup berat terlebih lagi bila berhadapan dengan kenakalan anak-anak dan pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai. Pikirannya akan bertambah terhimpit dan jiwanya makin menderita.
Lantaran terlalu lama memendam rasa sakit hatinya, akhirnya pecah juga segala isi hati yang dipendam selama ini. Bagi seorang isteri yang lemah lembut mungkin dilepaskan geramnya dengan kata-kata.
Namun jika seorang istri terlihat keras hatinya, maka akan lebih dahsyat lagi kemarahan pada suaminya dengan kata-kata yang pedas dan kasar. Yang penting hatinya puas dan puas.
Dan bagi suami yang tidak mau masalah itu berkepanjangan, mungkin saja mengambil sikap untuk segera mengalah. Tapi sebenarnya hatinya sungguh terluka dibuat begitu. Begitu pula sebaliknya.
Kenapa harus tersinggung pada suami atau istri, walaupun mungkin benar jika suami atau istri yang bersalah? Setiap suami atau isteri harus memahami bahwa setiap apa yang berlaku semuanya dalam perancanaan dan kuasa Allah SWT walaupun perkara itu suka atau tidak kita suka.
Mungkin dosa yang dilakukan secara sadar atau tidak itulah yang menyebabkan sengketa rumahtangga itu terjadi. Allah hukum melalui tindakan suami yang menyinggung hati sang istri atau sebaliknya.
Allah datangkan masalah itu, sebenarnya sebagai penghapusan dosa yang telah kita lakukan. Hukuman dari Allah ini adalah sebagai tanda kasih sayang dari-Nya supaya di akhirat kelak kita tidak akan dihukum lagi.
Untuk itu, kita selalu bertaubat dan introspeksi diri kita dari terjebak dengan dosa. Rasulullah saw seorang yang maksum lahir dan batin, terpelihara dari dosa, namun selalu senantiasa bertaubat sehari semalam 100 kali. Apalagi kita yang tidak dijamin masuk surga, harus lebih dari itu
Seandainya kita telah bersalah, maka segeralah mencari jalan dengan meminta maaf kepada suami atau istri dan memberi maaf pada suami atau istri akan hal itu. Lebih-lebih lagi orang yang banyak jasa pada kita, kenapa harus kita menyusahkannya? Carilah jalan agar suami atau istri kembali ridha pada kita dengan berbuat apa saja yang disukai dan dicintainya.
Saat itulah pertikaian kecil dalam rumahtangga akan selalu membawa kita kepada kemesraan hubungan suami isteri yang lebih tinggi. Setelah diuji, Allah datangkan pula nikmat dalam rumahtangga. Setelah ujian berlalu akan datanglah bahagia. Setelah puas menangis karena menanggung luka di hati, akan datang pula kasih sayang, perhatian dan dari suami.
Rumahtangga akan kembali tenang dan bahagia. Dan ketika itu jadilah rumahtangga sebagaimana yang dikehendaki oleh Rasulullah saw yaitu “Rumahtanggaku adalah Surgaku”….Rumahku Surgaku….
Menghargai Pasangan Kita
Tips ini adalah untuk pasangan yang telah menikah, dan bagi yang belum, boleh juga ngebaca untuk pengetahuan
1. Anggap pasangan kita seperti diri sendiri.
Menganggap pasangan kita sebagai diri sendiri yang harus dicintai, dihargai, dibelai, dihormati, disayangi dan dikasihi. Semua orang suka dibelai dan dikasihi apalah lagi pasangan suami isteri. Inilah yang sering diabaikan oleh banyak pasangan.
Pasangan kita adalah cerminan diri kita sendiri. Kemana pun kita pergi potret wajahnya perlu kita bawa bersama. Jika ini dilakukan selalu, rumahtangga akan menjadi bahagia.
2. Isteri bukanlah pembantu rumah tangga.
Banyak suami menganggap bahwa kerja-kerja rumah adalah tanggungjawab seorang isteri seratus persen. Padahal dalam Islam sendiri tidak ada hukum yang mengatakan bahwa isteri wajib melakukan kerja-kerja rumah. Hanya saja, ajaran Islam mengatakan bahwa wanita yang telah menikah taat dengan suami dan Tuhannya, menjaga harta benda suami dengan sebaik mungkin akan dijamin masuk surga. Itu saja. Atas jaminan inilah banyak wanita mengerti dengan kerja-kerja rumah yang mereka lakukan selama ini.
3. Isteri adalah manusia.
Mereka adalah kaum wanita yang penuh dengan perasaan emosi. Apabila mereka ridha dan bahagia dengan setiap perkara yang mereka lakukan, maka perasaan mereka tenang dan gembira. Namun jika mereka tertekan dengan apa yang telah berlaku, maka emosi mereka mulai berkecamuk dan sering ingin mencari jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi.
4. Ingat hari lahir, pernikahan pasangan.
Manusia memang suka dihargai dan dikejutkan dengan pemberian hadiah oleh siapa saja apalagi dari orang yang disayanginya. Jika suami adalah orang yang perhatian dan menyayangi isterinya, apa salahnya jika dia memberikan hadiah kepada isterinya. Hadiah tidak perlu terlalu mahal. Cukup dengan hal yang disukai istri ataupun pemberian langsung dari suami. Jika 'budget' kita tidak mencukupi, sekuntum bunga pun sudah memadai.
Hati isteri akan tersentuh dengan pemberian hadiah dan lebih terharu jika anda sempat menulis sepatah dua patah kata penghargaan di dalamnya, seperti 'terima kasih di atas segala pengorbanan sayang selama ini' atau ungkapan lainnya.
5. Bantu ringankan tugas isteri.
Suami sesekali perlu turun tangan membantu isteri, jika setiap hari isteri kita berpeluh dalam memasak, membasuh dan mengemas rumah. Maka suamipun perlu membantu istri. Jika kita tidak mahir memasak makanan yang berat seperti lauk pauk cukup sekadar menggoreng ikan, tempe-tahu atau telur. Coba perhatikan isteri kita yang sedang menikmati makanan yang anda masak. Tentu dia akan merasa gembira dan tersenyum.
6. Bawa isteri untuk rehat, tamasya.
Kebanyakan suami menganggap berjauhan dari isteri adalah suatu kebebasan baginya. Karena isteri tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan suaminya di belakangya. Kini, coba kita balik situasi ini.
Coba sentiasa bawa isteri berjalan-jalan dan rehat ke tempat-tempat yang menarik seperti Ragunan, Monas, Taman Mini atau lainnya. Walaupun hal itu nampak remeh, tapi setiap isteri pasti akan menghargai saat-saat manis sewaktu rehat di situ.
7. Ciuman khas untuk isteri.
Coba anda tanya diri sendiri kapan kali terakhir anda mencium dahi isteri anda ketika dia istirahat setelah begitu capek bekerja. Tahukah anda ciuman anda di dahi atau kucupan di bibirnya dapat menghilangkan segala kepenatan dan tekanan pada dirinya pada hari itu. Begitulah kuatnya kuasa ciuman suami kepada isteri.
8. Berikan pujian kepada isteri.
Jangan dikira memberikan pujian kepada isteri dengan mengatakan dia cantik dan kemas itu hal yang sepele. Pujian ini penting untuk menaikkan semangat isteri tatkala semangatnya hilang dan kendur.
Memang wajar isteri kita penat, jika dia harus bangun di awal pagi untuk memastikan semuanya beres demi kemudahan suami dan anak-anaknya. Lalu tidur pun paling malam karena sibuk menyediakan persiapan untuk esok harinya.
9. Dengarkan pendapat isteri.
Suami isteri perlu sering bertukar-tukar pendapat atau komunikasi yang intens. Isu-isu terkini boleh dijadikan sebagai 'ice-breaking'. Lalu, berdiskusilah tentang hal rumahtangga dan masa depan.
Suami boleh bertanya tentang pandangan isteri tentang problem kerjanya ataupun sebaliknya. Justru, pastinya isteri pun berminat mengetahui 'gosip' yang terjadi dan beredar saat suaminya pulang kerja. Dari situ isteri dapat mengenali karakter rekan-rekan kerja suaminya secara tidak langsung.
10. Penuhi permintaan isteri.
Tidak semua permintaan isteri bisa dipenuhi oleh suami. Jika isteri meminta sebuah mesin mesih jahit atau lainnya, maka suami mungkin terpaksa berfikir dua atau tiga kali sebelum memenuhinya.
Bagaimanapun, jika anda tidak kuasa memenuhi permintaan isteri untuk saat itu, simpanlah permintaan isteri anda itu dan tunaikanlah apabila anda mempunyai dana untuk membeli permintaan istri itu kelak. Bukankah pemberian itu melambangkan bahwa anda adalah suami yang amat menghargai pengorbanan isteri.
Selamat menunaikan tanggungjawab masing-masing dengan seikhlasnya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bonus nich....
jima' dalam islam..
malu juga sih, tapi ini dalam rangka ilmu dan agama. buat yg masih bi bawah umur/blm siap nikah, jgn dulu baca y
jima' appan sih ?
Islam adalah way of life, sistem hidup yang sempurna, yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia, untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, termasuk di dalamnya mengatur masalah jima'. Jima' berasal dari kata dasar ja-ma-'a. artinya berkumpul. Dalam Al-Quran dan hadist istilah untuk berhubungan suami istri ini, juga di ungkapkan dalam ungkapan lain, misalnya dalam al-qur'an anisa ayat 43, aw la mastumunisa"..atau kamu telah menyentuh perempuan.." , di sini al-qur'an memakai kata al-massu, yang artinya secara bahasa menyentuh.Di ayat lain, qs albaqoroh : 128, di ungkapakan dengan kata ar-rafats artinya bercampur. jima' dalam sebuah hadis, di sebutkan juga dengan kata massul khitan, bertemunya dua khitan. so..., sudah jelas kan...apa itu jima' ?
apa hukumnya jima' ?
jima' adalah bagian dari nafkah suami pada istri. Suami wajib menafkahi lahir bathin pada istri, dan istri berhak mendapatkannya. jika suami tidak melaksanakannya maka ia berdosa. jadi mayoritas ulama mengatakan jima' hukumnya wajib secara fikih. secara biologis pun jima' adalah fitrah manusia, dan menjadi bagian keharmonisan keluarga.
kalau sholat kan wajib 5 x sehari, kalau jima' berapa kali ?
masyaalloh.., pertanyaan bagus.:D. mengenai wajib, mayoritas ulama sepakat, tapi mengenai berapa ukuran kewajibannya, berbeda2. Dalam islam, paling maksimal suami tidak menafkahi batin istrinya, adalah 4 bulan. bila lebih dari 4 bulan, bisa meminta diceraikan. Jadi buat yang suka ke luar kota atau ke luar negeri lebih dari 4 bulan, mendingan istrinya di ajak. ok (lagian mana tahan :D)...Nah kalau tadi ukuran paling lama, sekarang klo ukuran tercepatnya berapa kali ? ya..itu mah tergantung kemampuan dan kondisi masing-masing. Mungkin, salah satu hikmah poligami di batasi sampai 4 istri.., berarti kalau giliran, maka akan selang 4 hari. ya.., mungkin itu bisa menjadi pertimbangan, tapi ttp di kembalikan pada masing2 pasangan.., jangan mentang - mentang ada hadist, "kalau istri menolak 'ajakan' suami, maka malaikat melaknatnya.." bukan berarti semena-mena, toh istri juga punya hak lain, sperti tilawah, belajar, bersilaturhmi, dst.
trus gmn tata caranya, apakah islam mengatur juga ?
ya.. iya lah, masa iya dong..., subhanallah ajaran islam itu, lengkap banget. Kehidupan rasulullah saw, menjadi teladan dalam berbagai hal, termasuk dalam hal ini. sebagai Rasul, masalah ini pun di transparansikan untuk kebaikan umatnya. Salah satu hikmah Rasulullah saw berpoligami adalah, terungkapnya berbagai kehidupan 'rahasia' Rasul saw bersama para istrinya, dalam berbagai sudut pandang. Bahkan dalam suatu riwayat, Rasul pernah menggilir istri-istrinya, dalam 1 malam, dengan 1 kali mandi, dan tetap tahajud, yang tentunya ga kesiangan solat subuh ke mesjid. wuih.., mantep..., melayani lebih dari 1 istri, dalam 1 malem, lalu mandi junub, solat tahajud, trus ke mesjid..,subhanallah. seorang kepala negara, komandan perang, pendidik peradaban, imam para mutaqin, ternyata juga lelaki yang tangguh dan harmonis dengan istri-istrinya.
ok.., cara2nya, bisa di bagi 3 babak :).
b
abak persiapan
jangan langsung..., sabar dong, kalau olahraga aja tanpa pemanasan nanti bisa cedera,keram dsb. begitu juga jima' . Nah, karena jima' adalah ibadah, maka di awali dengan
- membaca Basmallah dan berdo'a
"Dari Abdullah bin Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang kamu ingin berjima' dengan istrinya, hendaklah ia membaca: 'Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithana wa jannibi asy-syaithana ma rozaqtanaa' (Dengan nama Allah, Yaa Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari apa yang Engkau rizqikan kepada kami). Maka seandainya ditakdirkan dari hubungan itu seorang anak, anak itu tidak akan diganggu syetan selama-lamanya." (HR Bukhari dan Muslim)..,
Syetan selalu menggangu manusia dalam setiap kesempatan, kalau makan ga bismillah maka syetan ikut makan, nah lho.., kalo jima' ga berdo'a berarti syetan ikut jima' dong, ntar anak nya jadi anak syetan dong. bisa dalam arti moral, atau mungkin bisa jadi dalam arti fisik, kan suka ada tuh manusia yg lahir dengan keanehan tertentu ? jadi kalau ada anak bandel banget, coba inget2 - bapak ibu- dulu baca do'a dulu ga ?
- ada prolog, bermesraan dulu, jangan langsung to the point
Asma’ binti Yazid binti as-Sakan radhiyallaahu ‘anha, ia berkata: “Saya merias ‘Aisyah untuk Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada ‘Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk di samping ‘Aisyah. Ketika itu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada ‘Aisyah. Tetapi ‘Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.” ‘Asma binti Yazid berkata: “Aku menegur ‘Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam!’ Akhirnya ‘Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.”
Segelas susu kayanya bisa jadi menu pembuka, kaya Rasulullah saw sama aisyah ra. intinya sih, ada pendahuluan dulu,bisa bercanda dulu, ngobrol dulu, baca pusisi dulu , hi..hi..:D
karena katanya(pernah denger, ga tau valid apa ga) , tidak seperti suami, istri tidak setiap saat siap melakukan jima'. kalau laki2 menikah dengan dominasi jima' yang besar, tapi kalo perempuan mah ga. dia lebih ke perlindungan, kasih sayang, makanya kalau sudah punya anak, istri lebih perhatian pada anaknya dari pada suaminya. iya gitu ? sekali lagi, jangan kaya ayam atau kambing, to the point, hendaklah ada cumbuan / kiss, yg dalam suatu hadis di istilahkan dengan kata ar-rasuul
Eit, jangan lupa, bersih - bersih dulu, mandi, hilangin bau badan, jangan menuntut ke istri aja, berpenampilan menarik, suami juga, jangan pulang kerja, masih bau keringat, minta ' di layani'. Mandi dulu, pake farfum, kalo perlu pake jas dulu, biar keliatan menarik, (emang mau ke kondangan apa ? :D) , rambut di rapihin, karena dalam sebuah riwayat di katakan, kalau fitrahnya, ada 5 yg mesti di potong, yaitu khitan, potong kuku, cukur kumis, bulu ketiak, sama kemaluan.... , jadi setiap suami istri, sama2 memperhatikan performance masing2. ok
nah.., sekarang babak dua.
berdasarkan hadis. silahkan melakukan gaya bagaimanapun, kecuali melalui bagian belakang (dubur), karena istri ibarat ladang.
"Istri kalian adalah ladang milik kalian. Oleh karena itu datangilah ladang
tersebut sesuka kalian." (Al Baqaarah : 223)
"Allah tidak mau melihat seseorang yagn menyetubuhi istrinya pada duburnya."
(HR An Nasai, lihat Adaabuz Zifaf Syaikh Al Albani).
kalau oral sex gimana? ya.., secara hukum ga ada yg melarang secara eksplist sih,
tapi ibaratnya mau bercocok tanam padi misalkan, pasti di tanah yg cocok kan,
biar bisa tumbuh dan berbuah,lahir biji padinya dari tempat keluarnya.
ga ahsan (baik) gitu lho..
kalau sudah selesai, mau ngulang lagi.., wudhu dulu..
"Jika seseorang diantara kalian menggauli isterinya kemudian ingin
mengulanginya lagi, maka hendaklah ia berwudhu’ terlebih dahulu"
Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (308 (27)) dan Ahmad (III/28),
dari Shahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu.
terus kalau lagi klimaks, orgasme, jangan langsung berhenti, istilahnya azl.
atau dalam bahasa jawa di sebut 'cengkir' lagi kenceng nyingkir :D .
karena katanya tingkat orgasme/ kepuasan istri lebih lambat dari pada suami.
jadi apabila suami mencapai kepuasan lebih dulu, hendaknya tidak
tergesa-gesa beranjak dari istrinya, tunggulah sampai istri dapat
meraih kepuasan.kalo ga, ya..ga heran , kalau ada survey yang mengatakan,
bahwa 70 % istri ga puas dalam masalah jima'
mmhh, apa lagi ya ? ya gitu deh, babak ketiganya closing dan mandi junub.
katanya malu bertanya sesat di ranjang :D
wallohu 'alam
http://atiyu.multiply.com/journal/item/7
Bagaimana pun agungnya sebuah cinta yang dibina dan eratnya kasih sayang yang dijalin serta dipupuk, seperti juga hubungan di antara lidah dan gigi dalam mencerna makanan, walau rapat sekalipun namun sesekali tergigit juga.
Pertengkaran kecil atau ada rasa tidak puas hati di antara suami isteri memang perkara yang mudah terjadi. Namun, jika dibiarkan berlarut dan tidak dibendung segera, maka pertikaian kecil akan jadi besar dan akhirnya mengakibatkan kehancuran pada mahligai rumahtangga kita.
Seperti ombak kecil tadi, ia hanya akan mengakibatkan kapal terombang-ambing saja. Namun jika ombak sudah besar, bisa saja kapal akan ditelannya dan mahligai rumahtangga akan hancur.
Pertikaian atau rasa tidak puas hati jangan dibiarkan berlarut-larut. Tapi sebaliknya, hendaklah segera dibendung dan diperbaiki oleh kedua belah pihak, agar jangan sampai penyakit yang sudah parah baru dicarikan obatnya.
Masalah awal yang perlu dilakukan oleh kedua belah pihak adalah dengan mengkoreksi diri sendiri (bermuhasabah). Jangan ego diri di tonjolkan dan kenapa masalah itu terjadi? Renungilah dan kajilah, mungkin saja salah seorang atau keduanya punya salah
Sebagai contoh, saat sang suami pulang ke rumah untuk bertemu dengan isteri dan anaknya. Tentulah pulang dalam keadaan letih dan lesu setelah seharian mencari nafkah atau berdakwah di tengah masyarakat. Tanpa diduga atau disadari tiba-tiba rasa hendak marah pada isteri yang mungkin tidak sempat berhias atau melihat anak-anak yang tidak terurus.
Lalu, saat sang isteri melihat suami yang pulang ke rumah dalam keadaan marah-marah, ia merasa seolah-olah suaminya sudah tidak menyukai dan menyayanginya lagi. Maka akan timbul rasa hambar dan dinginnya rumahtangga yang telah dibina sekian tahun.
Dan sang isteri, jika merasa dirinya tidak dihargai lagi, mulailah ia memendam rasa (namun tidak semuanya seperti ini). Masalah yang kecil itu dirasakan cukup berat terlebih lagi bila berhadapan dengan kenakalan anak-anak dan pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai. Pikirannya akan bertambah terhimpit dan jiwanya makin menderita.
Lantaran terlalu lama memendam rasa sakit hatinya, akhirnya pecah juga segala isi hati yang dipendam selama ini. Bagi seorang isteri yang lemah lembut mungkin dilepaskan geramnya dengan kata-kata.
Namun jika seorang istri terlihat keras hatinya, maka akan lebih dahsyat lagi kemarahan pada suaminya dengan kata-kata yang pedas dan kasar. Yang penting hatinya puas dan puas.
Dan bagi suami yang tidak mau masalah itu berkepanjangan, mungkin saja mengambil sikap untuk segera mengalah. Tapi sebenarnya hatinya sungguh terluka dibuat begitu. Begitu pula sebaliknya.
Kenapa harus tersinggung pada suami atau istri, walaupun mungkin benar jika suami atau istri yang bersalah? Setiap suami atau isteri harus memahami bahwa setiap apa yang berlaku semuanya dalam perancanaan dan kuasa Allah SWT walaupun perkara itu suka atau tidak kita suka.
Mungkin dosa yang dilakukan secara sadar atau tidak itulah yang menyebabkan sengketa rumahtangga itu terjadi. Allah hukum melalui tindakan suami yang menyinggung hati sang istri atau sebaliknya.
Allah datangkan masalah itu, sebenarnya sebagai penghapusan dosa yang telah kita lakukan. Hukuman dari Allah ini adalah sebagai tanda kasih sayang dari-Nya supaya di akhirat kelak kita tidak akan dihukum lagi.
Untuk itu, kita selalu bertaubat dan introspeksi diri kita dari terjebak dengan dosa. Rasulullah saw seorang yang maksum lahir dan batin, terpelihara dari dosa, namun selalu senantiasa bertaubat sehari semalam 100 kali. Apalagi kita yang tidak dijamin masuk surga, harus lebih dari itu
Seandainya kita telah bersalah, maka segeralah mencari jalan dengan meminta maaf kepada suami atau istri dan memberi maaf pada suami atau istri akan hal itu. Lebih-lebih lagi orang yang banyak jasa pada kita, kenapa harus kita menyusahkannya? Carilah jalan agar suami atau istri kembali ridha pada kita dengan berbuat apa saja yang disukai dan dicintainya.
Saat itulah pertikaian kecil dalam rumahtangga akan selalu membawa kita kepada kemesraan hubungan suami isteri yang lebih tinggi. Setelah diuji, Allah datangkan pula nikmat dalam rumahtangga. Setelah ujian berlalu akan datanglah bahagia. Setelah puas menangis karena menanggung luka di hati, akan datang pula kasih sayang, perhatian dan dari suami.
Rumahtangga akan kembali tenang dan bahagia. Dan ketika itu jadilah rumahtangga sebagaimana yang dikehendaki oleh Rasulullah saw yaitu “Rumahtanggaku adalah Surgaku”….Rumahku Surgaku….
Menghargai Pasangan Kita
Tips ini adalah untuk pasangan yang telah menikah, dan bagi yang belum, boleh juga ngebaca untuk pengetahuan
1. Anggap pasangan kita seperti diri sendiri.
Menganggap pasangan kita sebagai diri sendiri yang harus dicintai, dihargai, dibelai, dihormati, disayangi dan dikasihi. Semua orang suka dibelai dan dikasihi apalah lagi pasangan suami isteri. Inilah yang sering diabaikan oleh banyak pasangan.
Pasangan kita adalah cerminan diri kita sendiri. Kemana pun kita pergi potret wajahnya perlu kita bawa bersama. Jika ini dilakukan selalu, rumahtangga akan menjadi bahagia.
2. Isteri bukanlah pembantu rumah tangga.
Banyak suami menganggap bahwa kerja-kerja rumah adalah tanggungjawab seorang isteri seratus persen. Padahal dalam Islam sendiri tidak ada hukum yang mengatakan bahwa isteri wajib melakukan kerja-kerja rumah. Hanya saja, ajaran Islam mengatakan bahwa wanita yang telah menikah taat dengan suami dan Tuhannya, menjaga harta benda suami dengan sebaik mungkin akan dijamin masuk surga. Itu saja. Atas jaminan inilah banyak wanita mengerti dengan kerja-kerja rumah yang mereka lakukan selama ini.
3. Isteri adalah manusia.
Mereka adalah kaum wanita yang penuh dengan perasaan emosi. Apabila mereka ridha dan bahagia dengan setiap perkara yang mereka lakukan, maka perasaan mereka tenang dan gembira. Namun jika mereka tertekan dengan apa yang telah berlaku, maka emosi mereka mulai berkecamuk dan sering ingin mencari jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi.
4. Ingat hari lahir, pernikahan pasangan.
Manusia memang suka dihargai dan dikejutkan dengan pemberian hadiah oleh siapa saja apalagi dari orang yang disayanginya. Jika suami adalah orang yang perhatian dan menyayangi isterinya, apa salahnya jika dia memberikan hadiah kepada isterinya. Hadiah tidak perlu terlalu mahal. Cukup dengan hal yang disukai istri ataupun pemberian langsung dari suami. Jika 'budget' kita tidak mencukupi, sekuntum bunga pun sudah memadai.
Hati isteri akan tersentuh dengan pemberian hadiah dan lebih terharu jika anda sempat menulis sepatah dua patah kata penghargaan di dalamnya, seperti 'terima kasih di atas segala pengorbanan sayang selama ini' atau ungkapan lainnya.
5. Bantu ringankan tugas isteri.
Suami sesekali perlu turun tangan membantu isteri, jika setiap hari isteri kita berpeluh dalam memasak, membasuh dan mengemas rumah. Maka suamipun perlu membantu istri. Jika kita tidak mahir memasak makanan yang berat seperti lauk pauk cukup sekadar menggoreng ikan, tempe-tahu atau telur. Coba perhatikan isteri kita yang sedang menikmati makanan yang anda masak. Tentu dia akan merasa gembira dan tersenyum.
6. Bawa isteri untuk rehat, tamasya.
Kebanyakan suami menganggap berjauhan dari isteri adalah suatu kebebasan baginya. Karena isteri tidak dapat mengetahui apa yang dilakukan suaminya di belakangya. Kini, coba kita balik situasi ini.
Coba sentiasa bawa isteri berjalan-jalan dan rehat ke tempat-tempat yang menarik seperti Ragunan, Monas, Taman Mini atau lainnya. Walaupun hal itu nampak remeh, tapi setiap isteri pasti akan menghargai saat-saat manis sewaktu rehat di situ.
7. Ciuman khas untuk isteri.
Coba anda tanya diri sendiri kapan kali terakhir anda mencium dahi isteri anda ketika dia istirahat setelah begitu capek bekerja. Tahukah anda ciuman anda di dahi atau kucupan di bibirnya dapat menghilangkan segala kepenatan dan tekanan pada dirinya pada hari itu. Begitulah kuatnya kuasa ciuman suami kepada isteri.
8. Berikan pujian kepada isteri.
Jangan dikira memberikan pujian kepada isteri dengan mengatakan dia cantik dan kemas itu hal yang sepele. Pujian ini penting untuk menaikkan semangat isteri tatkala semangatnya hilang dan kendur.
Memang wajar isteri kita penat, jika dia harus bangun di awal pagi untuk memastikan semuanya beres demi kemudahan suami dan anak-anaknya. Lalu tidur pun paling malam karena sibuk menyediakan persiapan untuk esok harinya.
9. Dengarkan pendapat isteri.
Suami isteri perlu sering bertukar-tukar pendapat atau komunikasi yang intens. Isu-isu terkini boleh dijadikan sebagai 'ice-breaking'. Lalu, berdiskusilah tentang hal rumahtangga dan masa depan.
Suami boleh bertanya tentang pandangan isteri tentang problem kerjanya ataupun sebaliknya. Justru, pastinya isteri pun berminat mengetahui 'gosip' yang terjadi dan beredar saat suaminya pulang kerja. Dari situ isteri dapat mengenali karakter rekan-rekan kerja suaminya secara tidak langsung.
10. Penuhi permintaan isteri.
Tidak semua permintaan isteri bisa dipenuhi oleh suami. Jika isteri meminta sebuah mesin mesih jahit atau lainnya, maka suami mungkin terpaksa berfikir dua atau tiga kali sebelum memenuhinya.
Bagaimanapun, jika anda tidak kuasa memenuhi permintaan isteri untuk saat itu, simpanlah permintaan isteri anda itu dan tunaikanlah apabila anda mempunyai dana untuk membeli permintaan istri itu kelak. Bukankah pemberian itu melambangkan bahwa anda adalah suami yang amat menghargai pengorbanan isteri.
Selamat menunaikan tanggungjawab masing-masing dengan seikhlasnya.
--------------------------
Bonus nich....
jima' dalam islam..
malu juga sih, tapi ini dalam rangka ilmu dan agama. buat yg masih bi bawah umur/blm siap nikah, jgn dulu baca y
jima' appan sih ?
Islam adalah way of life, sistem hidup yang sempurna, yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia, untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, termasuk di dalamnya mengatur masalah jima'. Jima' berasal dari kata dasar ja-ma-'a. artinya berkumpul. Dalam Al-Quran dan hadist istilah untuk berhubungan suami istri ini, juga di ungkapkan dalam ungkapan lain, misalnya dalam al-qur'an anisa ayat 43, aw la mastumunisa"..atau kamu telah menyentuh perempuan.." , di sini al-qur'an memakai kata al-massu, yang artinya secara bahasa menyentuh.Di ayat lain, qs albaqoroh : 128, di ungkapakan dengan kata ar-rafats artinya bercampur. jima' dalam sebuah hadis, di sebutkan juga dengan kata massul khitan, bertemunya dua khitan. so..., sudah jelas kan...apa itu jima' ?
apa hukumnya jima' ?
jima' adalah bagian dari nafkah suami pada istri. Suami wajib menafkahi lahir bathin pada istri, dan istri berhak mendapatkannya. jika suami tidak melaksanakannya maka ia berdosa. jadi mayoritas ulama mengatakan jima' hukumnya wajib secara fikih. secara biologis pun jima' adalah fitrah manusia, dan menjadi bagian keharmonisan keluarga.
kalau sholat kan wajib 5 x sehari, kalau jima' berapa kali ?
masyaalloh.., pertanyaan bagus.:D. mengenai wajib, mayoritas ulama sepakat, tapi mengenai berapa ukuran kewajibannya, berbeda2. Dalam islam, paling maksimal suami tidak menafkahi batin istrinya, adalah 4 bulan. bila lebih dari 4 bulan, bisa meminta diceraikan. Jadi buat yang suka ke luar kota atau ke luar negeri lebih dari 4 bulan, mendingan istrinya di ajak. ok (lagian mana tahan :D)...Nah kalau tadi ukuran paling lama, sekarang klo ukuran tercepatnya berapa kali ? ya..itu mah tergantung kemampuan dan kondisi masing-masing. Mungkin, salah satu hikmah poligami di batasi sampai 4 istri.., berarti kalau giliran, maka akan selang 4 hari. ya.., mungkin itu bisa menjadi pertimbangan, tapi ttp di kembalikan pada masing2 pasangan.., jangan mentang - mentang ada hadist, "kalau istri menolak 'ajakan' suami, maka malaikat melaknatnya.." bukan berarti semena-mena, toh istri juga punya hak lain, sperti tilawah, belajar, bersilaturhmi, dst.
trus gmn tata caranya, apakah islam mengatur juga ?
ya.. iya lah, masa iya dong..., subhanallah ajaran islam itu, lengkap banget. Kehidupan rasulullah saw, menjadi teladan dalam berbagai hal, termasuk dalam hal ini. sebagai Rasul, masalah ini pun di transparansikan untuk kebaikan umatnya. Salah satu hikmah Rasulullah saw berpoligami adalah, terungkapnya berbagai kehidupan 'rahasia' Rasul saw bersama para istrinya, dalam berbagai sudut pandang. Bahkan dalam suatu riwayat, Rasul pernah menggilir istri-istrinya, dalam 1 malam, dengan 1 kali mandi, dan tetap tahajud, yang tentunya ga kesiangan solat subuh ke mesjid. wuih.., mantep..., melayani lebih dari 1 istri, dalam 1 malem, lalu mandi junub, solat tahajud, trus ke mesjid..,subhanallah. seorang kepala negara, komandan perang, pendidik peradaban, imam para mutaqin, ternyata juga lelaki yang tangguh dan harmonis dengan istri-istrinya.
ok.., cara2nya, bisa di bagi 3 babak :).
b
abak persiapan
jangan langsung..., sabar dong, kalau olahraga aja tanpa pemanasan nanti bisa cedera,keram dsb. begitu juga jima' . Nah, karena jima' adalah ibadah, maka di awali dengan
- membaca Basmallah dan berdo'a
"Dari Abdullah bin Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang kamu ingin berjima' dengan istrinya, hendaklah ia membaca: 'Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithana wa jannibi asy-syaithana ma rozaqtanaa' (Dengan nama Allah, Yaa Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari apa yang Engkau rizqikan kepada kami). Maka seandainya ditakdirkan dari hubungan itu seorang anak, anak itu tidak akan diganggu syetan selama-lamanya." (HR Bukhari dan Muslim)..,
Syetan selalu menggangu manusia dalam setiap kesempatan, kalau makan ga bismillah maka syetan ikut makan, nah lho.., kalo jima' ga berdo'a berarti syetan ikut jima' dong, ntar anak nya jadi anak syetan dong. bisa dalam arti moral, atau mungkin bisa jadi dalam arti fisik, kan suka ada tuh manusia yg lahir dengan keanehan tertentu ? jadi kalau ada anak bandel banget, coba inget2 - bapak ibu- dulu baca do'a dulu ga ?
- ada prolog, bermesraan dulu, jangan langsung to the point
Asma’ binti Yazid binti as-Sakan radhiyallaahu ‘anha, ia berkata: “Saya merias ‘Aisyah untuk Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada ‘Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk di samping ‘Aisyah. Ketika itu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada ‘Aisyah. Tetapi ‘Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu.” ‘Asma binti Yazid berkata: “Aku menegur ‘Aisyah dan berkata kepadanya, ‘Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam!’ Akhirnya ‘Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit.”
Segelas susu kayanya bisa jadi menu pembuka, kaya Rasulullah saw sama aisyah ra. intinya sih, ada pendahuluan dulu,bisa bercanda dulu, ngobrol dulu, baca pusisi dulu , hi..hi..:D
karena katanya(pernah denger, ga tau valid apa ga) , tidak seperti suami, istri tidak setiap saat siap melakukan jima'. kalau laki2 menikah dengan dominasi jima' yang besar, tapi kalo perempuan mah ga. dia lebih ke perlindungan, kasih sayang, makanya kalau sudah punya anak, istri lebih perhatian pada anaknya dari pada suaminya. iya gitu ? sekali lagi, jangan kaya ayam atau kambing, to the point, hendaklah ada cumbuan / kiss, yg dalam suatu hadis di istilahkan dengan kata ar-rasuul
Eit, jangan lupa, bersih - bersih dulu, mandi, hilangin bau badan, jangan menuntut ke istri aja, berpenampilan menarik, suami juga, jangan pulang kerja, masih bau keringat, minta ' di layani'. Mandi dulu, pake farfum, kalo perlu pake jas dulu, biar keliatan menarik, (emang mau ke kondangan apa ? :D) , rambut di rapihin, karena dalam sebuah riwayat di katakan, kalau fitrahnya, ada 5 yg mesti di potong, yaitu khitan, potong kuku, cukur kumis, bulu ketiak, sama kemaluan.... , jadi setiap suami istri, sama2 memperhatikan performance masing2. ok
nah.., sekarang babak dua.
berdasarkan hadis. silahkan melakukan gaya bagaimanapun, kecuali melalui bagian belakang (dubur), karena istri ibarat ladang.
"Istri kalian adalah ladang milik kalian. Oleh karena itu datangilah ladang
tersebut sesuka kalian." (Al Baqaarah : 223)
"Allah tidak mau melihat seseorang yagn menyetubuhi istrinya pada duburnya."
(HR An Nasai, lihat Adaabuz Zifaf Syaikh Al Albani).
kalau oral sex gimana? ya.., secara hukum ga ada yg melarang secara eksplist sih,
tapi ibaratnya mau bercocok tanam padi misalkan, pasti di tanah yg cocok kan,
biar bisa tumbuh dan berbuah,lahir biji padinya dari tempat keluarnya.
ga ahsan (baik) gitu lho..
kalau sudah selesai, mau ngulang lagi.., wudhu dulu..
"Jika seseorang diantara kalian menggauli isterinya kemudian ingin
mengulanginya lagi, maka hendaklah ia berwudhu’ terlebih dahulu"
Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (308 (27)) dan Ahmad (III/28),
dari Shahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu.
terus kalau lagi klimaks, orgasme, jangan langsung berhenti, istilahnya azl.
atau dalam bahasa jawa di sebut 'cengkir' lagi kenceng nyingkir :D .
karena katanya tingkat orgasme/ kepuasan istri lebih lambat dari pada suami.
jadi apabila suami mencapai kepuasan lebih dulu, hendaknya tidak
tergesa-gesa beranjak dari istrinya, tunggulah sampai istri dapat
meraih kepuasan.kalo ga, ya..ga heran , kalau ada survey yang mengatakan,
bahwa 70 % istri ga puas dalam masalah jima'
mmhh, apa lagi ya ? ya gitu deh, babak ketiganya closing dan mandi junub.
katanya malu bertanya sesat di ranjang :D
wallohu 'alam
http://atiyu.multiply.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar