Rabu, 07 April 2010

MIMPI SEORANG GADIS.....

Untuk Renungan Bersama.

Suatu ketika, seorang gadis datang menemui Rasulullah sambil tangan kanannya dimasukkan ke dalam kantung bajunya. Dari raut wajahnya, anak gadis ini tampak sedang menanggung kesakitan yang amat sangat. Rasulullah lalu menegurnya, “Wahai anakku, mengapa wajahmu menampakkan bahwa kamu sedang kesakitan dan apa yang kamu tutupi di tanganmu itu?”

Gadis malang ini pun menceritakan hal yang terjadi padanya, “Ya, Rasulullah. Sesungguhnya, aku adalah anak yatim piatu. Malam tadi, aku telah bermimpi dan mimpiku itu telah membuat aku menanggung kesakitan ini.”

“Jika tidak keberatan, ceritakanlah mimpimu itu, wahai anakku,” Rasulullah mulai tertarik pada penjelasan gadis tersebut.

“Aku bermimpi berjumpa dengan ibuku di dalam neraka. Keadaannya amat menyedihkan. Ibuku lalu meminta agar diberi air karena dia amat dahaga disebabkan oleh panasnya api neraka, hingga peluh tidak bisa keluar karena kekeringan.”

Gadis itu berhenti seketika menahan tangisnya.

“Kemudian kulihat di tangan kirinya ada segumpal keju dan di tangan kanannya ada sehelai kain kecil. Beliau mengibas-ngibaskan kedua benda tersebut untuk menghalangi api dari membakar tubuhnya. Aku lalu bertanya kepada ibuku, mengapa dia menerima balasan sebegitu rupa, sedangkan ketika hidupnya, ia adalah seorang hamba yang patuh terhadap ajaran Islam dan seorang istri yang taat kepada suaminya?

Ibuku lalu memberitahu bahwa ketika hidupnya, dia amat bakhil. Hanya dua benda itu, yaitu segumpal keju dan sehelai kain kecil, yang pernah disedekahkan kepada fakir miskin. Yang lainnya hanya untuk berfoya-foya dan menunjukkan kelebihan hartanya kepada orang lain.

Aku lalu terus mencari ayahku. Rupanya beliau berada di surga dan sedang menjamu penghuni surga dengan makanan yang lezat dan minuman dari telaga.

Ayahku memang amat terkenal akan sikapnya yang dermawan dan suka beramal. Aku lalu bertanya kepada ayahku, ‘Wahai Ayah, Ibu sedang kehausan dan menanggung azab di neraka. Tidakkah ayah ingin membantu ibu, sedangkan di dunia kulihat ibu amat menaatimu dan menuruti perintah agama.’

Ayahnya menjawab, ‘Sesungguhnya, aku dan semua penghuni surga telah dilarang oleh Allah untuk memberi walau setitik air kepada penghuni neraka karena itu adalah pembalasan untuk dosa yang telah mereka lakukan ketika di dunia.’

Karena kasihan melihat azab yang diterima oleh ibuku, aku lantas mengambil sedikit air dengan telapak tangan kananku lalu kubawa ke neraka.

Belum sempat air tersebut mencapai bibir ibuku, api neraka telah menyambar tanganku hingga melepuh.

Seketika itu juga aku tersadar dan mendapati tapak tanganku melepuh seperti ini.

Itulah sebabnya, aku datang menjumpai engkau, ya Rasulullah.” Panjang lebar gadis itu bercerita sambil air matanya tidak henti-hentinya mengalir di pipi.

Rasulullah kemudian meletakkan tongkatnya ke telapak tangan gadis tersebut lalu menadahkan tangan, berdoa memohon petunjuk dari Allah, “Jika mimpi gadis tersebut adalah benar, sembuhkanlah agar menjadi iktibar untuknya dan semua umat Islam.”

Berkat kebesaran-Nya, sembuhlah tangan gadis tersebut.

Rasulullah lantas berkata, “Wahai anakku, pulanglah. Perbanyaklah bersedekah dan berzikir dan pahalanya kau berikan kepada ibumu. Mudah-mudahan segala dosanya terampuni. Insya Allah."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar