Rabu, 24 Februari 2010

Usia Pernikahan vs Kemesraan...

Sebelum Bobo :
6 weeks: selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.
6 months: tolong matiin lampunya, silau nih.
6 years : Kesana-an doong... kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!

Pake Toilet :
6 weeks : ngga apa2, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq.
6 months: masih lama ngga nih?
6 years : brug! brug! brug! (suara pintu digedor),kalo mau tapa di gunung kawi sono!

Ngajarin Nyetir :
6 weeks : hati2 say, injek kopling dulu baru masukin perseneling ya
6 months: pelan2 dong lepas koplingnya.
6 years : pantesan sering ke bengkel, masukin persenelingnya aja kayak gini!

Balesin SMS :
6 weeks: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli martabak kesukaanmu dulu ya
6 months: mct bgt di jln nih
6 years : ok.

Dating process :
6 weeks : I love U, I love U, I love U.
6 months : Of course I love U.
6 years : Ya iyalah!! kalau aku tdk cinta kamu, ngapain nikah sama kamu??

Back from Work:
6 weeks : Honey, aku pulang...
6 months : I ' m BACK!!
6 years : Si mbok masak apa hari ini??

Hadiah (ulang tahun) :
6 weeks : Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang kubeli
6 months : Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruang tengah
6 years : Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe mau

Telepon :
6 weeks : Baby, ada yang pengen bicara ama kamu di telpon
6 months : Eh...ini buat kamu nih...
6 years : WOOIII TELPON BUNYI TUUUHHH....ANGKAT DUOOONG!!!

Masakan :
6 weeks : Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt...! !!
6 months : Kita makan apa malam ini??
6 years : HAH? MAKANAN INI LAGI?

Apology :
6 weeks : Udah gak apa-apa sayang, nanti kita belilagi ya
6 months : Hati2! Nanti jatuh tuh.
6 years : KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN

Baju baru :
6 weeks : Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu
6 months : Lho, kamu beli baju baru lagi?
6 years : BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??

Planning for Vacations :
6 weeks : Gimana kalau kita jalan2 ke Amerika atau ketempat yg kamu mau honey?
6 months : Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai pesawat...
6 years : JALAN2? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA!

TV :
6 weeks : Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?
6 months : Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.
6 years : JANGAN DIGANTI2 DONG CHANNELNYA AH! GAK BISA LIAT ORANG
SENENG DIKIT APA ?!

http://yamaha-vega.or.id/discussion.php?action=thread&id=TH0805100001

NIKAH...YG BERKAH... ??? SIAPA TAKUT.....!! INSYA ALLAH AMIIEN...

Rumahku adalah syurgaku. Baiti jannati. Indah nian harapan yang disiratkannya. Harapan, karena banyak juga ungkapan lain yang bernada pesimis bahkan putus asa. Bagi mereka yang gagal menjadikan rumah tangga sebagai baiti jannati, bisa jadi keluarga adalah sebuah neraka baginya. Dimana salahnya bila ada orang yang menggerutui nasib seperti itu?

Menikah adalah revolusi hidup. Pameo ini akan terasa kebenarannya jika seorang muslim memegang komitmen kebenarannya secara teguh. Bagaimana tidak, hidup yang biasanya dijalani sendirian, tiba tiba harus dilalui berduaan.

Akan tetapi tidak semua keinginan nikah terealisir dengan lancar. Dalam perjalanan menuju akad nikah, kadang ada saja beberapa batu sandungan. Namun bila dilihat dari besarnya faedah menikah, maka menikah menjadi suatu yang wajib bagi yang telah mampu. Karena dengan menikah, selamatlahhati, perkataan dan perbuatannya. Malanglah orang yang jatuh cinta yang sulitmelupakan memori di pikirannya, namun belum berani menikah.

Karena itu, bagi yang sudah terlanjur jatuh cinta, mengambil jalan tidak menikah adalah mendzalimi diri sendiri. Apalah jadinya jika hal ini dibiarkan terlalu lama. Tambah pusing kepala. Cinta itu bukan sesuatu yang zhahir, seperti tubuh yang dibelenggu agar tidak bisa kemana mana. Cinta itu adalah perasaan batin yang bisa menembus ruang dan jarak. Bisa saja jasad terbaring di tempat tidur, tetapi hatinya melayang kepada yang di cinta. Maka betapa agungnya sabda Rosululloh SAW:
"Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan setengah dari agamanya. Oleh karena itu, bertaqwalah kepada Alloh untuk menyempurnakan yang lainnya."

Menuju gerbang pernikahan, sepasang mempelai harus meliruskan niat dan tujuan; untuk apa menikah: untuk nafsu, penghargaan diri, kekayaan, pangkat dan jabatan, atau untuk ibadah?
Tujuan menikah dalam islam antara lain:

Melaksanakan perintah Allah

Alloh telah menciptakan manusia dari jenis laki laki dan perempuan, bersuku suku dan berbangsa bangsa tujuannya adalah untuk saling mengenal. Dari perkenalan ini selanjutnya Alloh menghendaki terjalinnya persaudaraan, persahabatan bahkan ummatan wahidatan. Munculnya umat yang satu dalam akidah.Salah satu cara untuk mengikat kebersatuan umat tersebut adalah dengan jalan pernikahan. Dengan pernikahan ummatan waahidatan dapat dilestarikan.

"Dan nikahkanlah orang yang sendirian diantara kamu, dan oarang orang yang layak kawin dari hamba sahayamu yang perempuan." ( QS. AN NUR: 32 )

Karena menikah karena perintah Alloh. Menjalankan perintah Alloh dengan niat lillah, nilainya adalah ibadah. Maka jangan sekali kali menikah karena punya niatan lain selain lillah. Niscaya nilai pernikahan itu ibadah.

Mengikuti tuntunan Rosulullah SAW

Menjalani pernikahan hendaknya juga niat makmum, mengikuti tuntunan Rosululloh SAW ( lirrosul ). Banyak sekali hadist Rosul yang menyebutkan tentang pernikahan, tentang keluarga dan cara cara menggauli keluarga dengan baik. Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian beliau terhadap bahtera rumah tangga umatnya.

Sebaliknya, kepada orang yang telah mampu menikah, tetapi tidak mau menikah, Rosululloh SAW sangat mengecam. Sabdanya: "Barang siapa yang mampu menikah, tetapi tidak menikah maka dia bukanlah termasuk golonganku." (HR. Thabrani dan Baihaqi )

Dengan demikian, disamping menikah itu harus niat lillah ( melaksanakan perintah Alloh ), pernikahan juga harus diniati mengikuti tuntunan Rosululloh SAW ( lirrosu ). Ditambah menyadari bahwa pernikahan itu sebab kekuasaan dan pertolongan Alloh ( billah ), dan sebab jasa Rosululloh SAW (birosul ).
Menumbuhkan ketenangan jiwa

Dengan menikah, dengan sendirinya akan timbullah rasa cinta dan kasih sayang, kesatuan suami istri beserta anak dapat berkumpul, bercanda dan saling membantu. Dalam Al-Qur'an surat Ar Rum ayat 21 Alloh menjelaskan:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram terhadapnya dan Dia jadikan diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda tanda bagi kaum yang berpikir."

Dengan menikah, akhlak suami istri juga akan terjaga sehingga akan timbul rasa kebapakan bagi laki laki dan keibuan bgi perempuan.

Memperluas dan memperkokoh rasa persaudaraan

Pernikahan antara laki laki dan perempuan muslim yang tadinya tidak saling kenal dan tidak punya hubungan yang 'lebih' akan mengikat persaudaraan diantara mereka dan keluarga sehingga muncul komunitas keluarga besar. Ini akan terwujud bila seluruhkeluarga terutama suami istri mendalami tujuan pernikahan.

Memelihara keturunan dan moral

"Menikahlah kamu dengan beranak turun. Sungguh bangga aku dengan banyaknya kamu sebagai umatku di hari kiamat nanti." ( HR. Baihaqi )

Di samping itu, pernikahan mampu menyelamatkan moral manusia. Sebab, kalau manusia menyalurkan insting syahwat pada jalur yang benar, maka akan menimbulkan ketentraman. Dan sebaliknya, bila di salurkan pada jalur yang salah maka akan terjadi malapetaka dan runtuhnya tatanan moral. Sebagaimana sabda Rosululloh SAW:

"Pernikahan itu akan memelihara pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa belum mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa. Karena sesungguhnya puasa itu dapat menjadi tameng mengalahkan hawa nafsu." ( HR. Bukhari Muslim ).

MERETAS KEBERKAHAN NIKAH

Agar pernikahan kita lebih bermakna dan lebih barokah di kemudian hari, dalam memilih pasangan, seseorang harus menentukan pilihannya, antara lain:

Memilih berdasarkan agamanya

Faktor ini paling dominan dan menentukan. Maka harusdiutamakan. Bagaimana mereka akan mengayuh bahtera rumah tangga bersama sama jika agama dan keyakinan mereka berbeda. Tentu yang paling berpengaruh adalah anak anak mereka. Karenanya, dalam sebuah hadits yang cukup terkenal

Rosululloh SAW telah mengingatkan:
"Wanita itu dinikahi karena 4 perkara; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Dapatkanlah wanita karena agamanya, kamu pasti tidak akan bermasalah." ( HR. Bukhari Muslim ).

Memilih yang shaleh dan shalehah

Kaum lelaki diperintahkan untuk memilih calon istri yang kuat agamanya. Demikian pula, wanita diperintahkan memilih calon suami yang kuat agamanya. Suami yang shaleh adalah suami yang taat beragama, lemah lembut kepada istrinya, mampu menunaikan kewajibannya dan memenuhi hak hak istrinya sebagaimana digariskan Al-Qur'an dan Al Hadits.

Demikian juga seorang istri yang shalehah. Ia memiliki budi pekerti yang luhur, patuh kepada suaminya dan dapat menjaga rahasia suaminya kepada siapapun, baik di dalam rumah maupun di luar rumahnya.
Memilih berdasarkan keturunan dan kemuliaan

Dalam memilih jodoh, hendaknya diperhatikan keturunan dan kemuliaan. Karena keluarga yang tumbuh dalam lingkungan perjuangan yang baik, tentu juga akan menumbuhkan generasi pejuang yang baik pula. Sebagaimana kisah Sayyidina Umar bin Khattab ketika akan menikahkan putranya Abdullah.

Nikah itu memang bisa jadi karena harta, karena kecantikan, karena keturunan dan bisa juga karena agama. Tapi jangan sekali kali nikah karena harta, , keturunan dan kecantikan sebagai landasan. Karena semua itu bisa menyebabkan celaka. Jadikanlah agama dan akidah sebagai alasan, karena hal itu akan menumbuhkan kebahagiaan.

Tidak juga cinta sebagai landasan pernikahan, karena hal itu akan menyebabkan keluarga hancur berantakan. Yang patut dijadikan landasan disini adalah iman dan kesadaran. Juga ridha Allah dan Rasul-Nya sebagai tujuan, niscaya pernikahan yang sakinah ( tentram ), mawaddah ( penuh kasih ) dan rahmah ( kasih sayang ) akan didapatkan. Allohu a'lam.

Maaf jika ada kata2 saya yang nyinggung...

Wassalaamu'alaikum wr.wb..


hamba Allah
http://luluk2004luluk.multiply.com/reviews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar