Ya Allah,Nafsu telah menyebabkan aku terlempar dari kehidupan yang semestinya indah..
Nasfu telah menyebabkan aku mengalami keterpurukan dan kehinaan..
Maafkan dan ampuni aku ya Allah..
Cukup sudah kejadian yang aku alami sebagai bahan pembelajaran buat aku..
Aku mohon maaf dan ampunan-Mu..
Aku mohon kasih dan sayang-Mu..
Jadikanlah aku ,hamba yang selalu mencintai-Mu..
Jangan biarkan hidup dan matiku tanpa cinta-Mu..ya Allah ..
Tak terasa air mata menetes dipipi lelaki itu.mata lelaki itu terlihat sembab..Ia tepat berada disebelah saya,saat acara muhasabah dalam acara Mabit diMesjid Perkantoran itu.
Dari situlah saya mulai berkenalan dan mengetahui apa yang terjadi dengan dirinya.
lelaki itu Aria(bukan nama sebenarnya).,Dulu ia adalah,seorang aktivis dakwah dikampusnya yang terkenal pandai berbicara..Allah melebihkan kemampuan berbicara baginya..Sehingga Ia sering menjadi orator dalam setiap aksi-aksi dikampusnya.Ia selalu aktif dalam berdakwah..
Amalan wajib dan amalan sunnahnya tidak pernah ia tinggalkan selama aktif dikampus,hingga dijalan dakwah ini Allah mempertemukan jodohnya dengan seorang akhwat sesama aktivis kampus melalui perantara ustadznya.
Jujur saja modal keuangan Aria saat mau menikah sangat minim,dia belum bekerja saat mau ta’aruf , dia pernah mencoba usaha sendiri,menjual buku-buku Islam,tapi keuntungannya tidak lebih dari lima ratus ribu rupiah,paling banyak satu juta rupiah per bulannya yang bisa Ia dapatkan.
Pada saat Ta’aruf pun ,Ia berterus terang bahwa Ia hanya mempunyai penghasilan yang pas-pasan..saat Ta'aruf ,Iapun berkata:
“Maukah ukhti menikah dengan ana,dengan penghasilan ana yang tidak tentu,terkadang paling besar sebesar 1 juta per bulan,,,itupun harus dipotong dengan utang ke BMT (Baitul Maal wa tamwil:lembaga keuangan mikro dengan konsep syariah),karena ana pernah meminjam uang ke BMT untuk merintis usaha.Jika ukhti mau menikah dengan ana ,ana tidak bisa berjanji yang muluk-muluk,ana hanya mengajak ukhti.mari kita sama-sama berjuang dari nol menuju ke kesuksesan dengan ridho dari Allah SWT.sungguh sangat berbeda rasanya jika kita sudah tiba dipuncak gunung dengan naik pesawat,atau dengan jalan mendaki dari bawah bersama-sama dengan susah payah sampai ke puncak gunung,rasanya pasti lebih indah prosesnya dengan mendaki dari bawah”begitu Aria memberikan perumpamaan untuk meyakinkan akhwat itu.
Biasanya dalam Ta'aruf,sering akhwat tidak mau menanyakan soal penghasilan ikhwannya,takut ikhwannya mengira akhwat itu matre,dan begitu juga ikhwannya tidak berani bilang terus terang mengenai penghasilan dirinya,karena takut ditolak bagi yang mempunyai penghasilan sedikit,dan bagi yang mempunyai penghasilan besar,takut akhwatnya memilihnya karena penghasilan yang ikhwan dapatkan,tapi bukan karena pribadinya.
Tapi Aria pada saat itu bertekad berterus terang dari pertama,agar dia tahu bahwa akhwat itu bisa menerima apa adanya kondisi dirinya.
Setelah istikharah selama seminggu,,akhwat itu pun menerima dan bisa melanjutkan proses,sampai ke khitbah.Aria merasa beruntung,karena tak disangkanya,akhwat itu merupakan keturunan dari keluarga Pengusaha.Ya..Akhwat itu merupakan keponakan dari Pengusaha Restoran Masakan Khas daerah tertentu yang cukup terkenal.
Pesta Pernikahanpun digelar dengan cukup mewah,karena memang keluarga dari akhwat ini memang orang berada.Tamu-tamu dan karangan bunga ucapan selamat berjejer digedung tempat pesta pernikahan.
Aria merasa ini adalah berkah dari Allah SWT..
Setelah menikah,Aria merasa ingin sekali sukses seperti paman istrinya ini,maka diapun berkunjung kerumah pamannya,dan meminta bantuan agar dia bisa membuka restoran seperti pamannya. Pamannya pun sangat membantu mantu dari keponakannya ini,Untuk itu diapun meminjam ke bank syariah dengan jaminan aset pamannya untuk membuka usaha restorannya dengan syarat ada bagi hasil dari keuntungan buat pamannya,karena kemampuan melobinya yang cukup bagus,proposal pinjamannya pun diterima.sehingga ia bisa membangun restoran dengan jaminan Aset dari pamannya.
Boleh dibilang,Aria mempunyai restoran tanpa mengeluarkan modal materi apapun.
Singkat cerita usaha yang dia lakukan menunai sukses..Restorannya sangat dipenuhi pengunjung..bayangkan dalam sehari usaha restoran Aria ini bisa mendapat keuntungan bersih antara dua juta sampai lima juta per hari.Aria saat ini berbeda dengan yang dulu..
Dalam waktu tiga bulan dia sudah bisa pergi haji dengan ONH plus dengan mengajak istrinya.
Sekarang dia mempunya mobil dan rumah sendiri yang mewah.
Disinilah cobaan bagi Aria dimulai,setelah pergi haji.ternyata dia terlalu sibuk dengan urusan restorannya hingga ia mulai telat mengerjakan amalan-amalan sunnah yang biasa dia lakukan sebelum sukses,makin lama kesibukan diapun semakin banyak,hingga dia pun mulai meninggalkan amalan-amalan sunnahnya,sedangkan amalan wajibnya pun sering dia telat melakukannya.
Selain sibuk restoran,Ariapun bergaul dengan teman -teman pengusaha yang dia kenal lewat jaringan restoran, ternyata teman-teman pengusahanya yang dekat dengannya ini adalah mereka yang jauh dari Allah. Aria sering diajak untuk bergaul di cafe-cafe,ikut member SPA,Karoeke dsb,Hal-hal yang dulu dia takut melakukannya ,malah sekarang dia kerjakan.Aria mulai futur dan lupa dengan pengajian tiap minggunya.Teman-teman pengajiannya berusaha berkunjung dan mengajak dia untuk tetap mengaji,tetapi ada saja alasan Aria,hingga setiap acara pengajian rutin yang ia lakukan ,Ia selalu tidak datang .Ia terlalu sibuk dengan bisnisnya..
Suatu ketika, Ia bertemu teman lama semasa SMAnya, Seorang wanita yang sekarang bekerja sebagai Marketing dibisnis Even Organizer.Pertemanan dengan teman lamanya itu sangat akrab,jujur saja,pada waktu SMA dulu,Aria menaruh simpati kepada wanita itu,dia sesungguhnya sangat terpesona dengan kecantikan dan tutur kata dari wanita itu. Dan saat ini wanita itupun masih sendiri.
Hubungan Teman yang dulunya pernah menaruh simpati memang bisa menimbulkan bibit percintaan..Cinta Lama Bersemi Kembali.
Begitulah yang terjadi dengan Aria,Dia sangat menyukai wanita ini..dan diam-diam menjalin hubungan dengan wanita ini.
Kecantikan wanita itu membuat dia lupa sama istri dan anak-anaknya dirumah.,padahal wanita itu tidak berjilbab seperti istrinya,rupanya ketika harta sudah berada dalam genggaman,pintu maksiat pun terbuka lebar selain pintu-pintu Amal kebaikan,bagi yang tidak kuat imannya dan tidak bisa menahan nafsunya,Ia bisa terjerumus dalam kehinaan.Persis seperti yang disampaikan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :”Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.”
( Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5096) dan Muslim (no. 2740 (97)), dari Shahabat Usamah bin Zaid radhiyallaahu ‘anhu)
“Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allah menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada bani Israil adalah karena wanita (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2742 (99)), dari Shahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallaahu ‘anhu)
Hubungan Aria dan wanita itupun berlanjut seperti layaknya orang yang memadu cinta.Atas dasar nafsu, bukan mencari keridhoan Allah, Ariapun menikahinya tanpa sepengetahuan istri pertamanya,wanita itupun diberikan rumah yang mewah, dan diberikan mobil untuknya.
Ketika hal itu dia lakukan,maka keuntungan usaha restoran yang ia jalani mulai tersedot untuk simpanannya.
Simpanannya itu dia manjakan,Semua keperluan hidup untuk simpanannya itu ia penuhi,ia mulai melalaikan istrinya dan anak-anaknya dirumah.Ia mulai mengambil uang penghasilan restoran setiap harinya untuk hal yang tidak jelas,.hingga membuat usahanya kesulitan dana.
Pembayaran kesupllier pemasok bahan baku makananpun tertunda,ke pihak bank yang Ia pinjam untuk modal usahanya dan juga bagi hasil keuntungan buat pamannya semuanya menjadi tertunda.
Ketika ditagih sama suppliernya atau dari pihak bank,ia selalu berbohong,karena ia memang pintar berbicara,hingga supplier itu yakin dengan omongannya,padahal sudah lama tagihannya tidak dibayar,. Ia selalu menunda-nunda pembayaran ke supplier dan pihak bank,hingga akhirnya,usahanya pun mulai sepi dan tidak bisa menutupi utang-utang ke supplier dan pihak bank.
Kekayaan dan Kesuksesan adalah milik Allah, Ketika Allah memberikan pada kita, itu karena Allah mempercayai kita,ketika Allah sudah tidak mempercayai kita,maka kekayaan dan kesuksesan itu bisa dicabut oleh Allah dengan seketika sesuai kehendak-Nya.
Pihak bank pun curiga dengan Aria,hingga iapun dikasih waktu pinalti untuk melunasi utang-utangnya ,jika tidak,maka usahanya pun akan disita,
Ariapun merasa bingung,ia mulai galau dan gelisah,bagaimana ia harus membayar utang-utangnya,Pamannya pun sudah tidak percaya lagi karena bagi hasil pamannyapun tidak dibayar.padahal keuntungannya seharusnya besar.
Ketika kebutuhan rohani untuk hati telah diabaikan,maka hati itu akan menuntut,ia akan melahirkan kegalauan dan kehampaan..Jiwa yang kosong dan kehidupan yang hampa adalah ketika jauh dari Allah..
Begitulah,hidup aria sudah tidak tenang lagi,ia mulai menyesal,tapi apa daya,hingga waktu yang telah dilakukan ,ia tidak mampu membayar utang-utangnya,hingga akhirnya usaha restorannya disita,mobil dan rumahnya pun harus dijual untuk membayar utang-utangnya,karena jika tidak ,Ia akan dilaporkan ke polisi.
Ariapun jatuh miskin.wanita simpanannya pun minta pisah,karena memang yang ia inginkan hanya harta dari Aria,satu-satunya yang menemaninya disaat susah ini adalah istrinya.
Tak ada bahagia dalam penyesalan
Tak ada Ceria dalam Tangisan..
Jika Bukan Karena Allah dan Kedua Anakku..
Tentu Kapal ini sudah karam tenggelam..
Tapi aku berhusnudzan kepada Allah..
Dibalik gelapnya malam
Masih terdapat bintang-bintang..
Pertanda masih ada harapan..
Untuk masa yang akan datang..
Istrinya ini dengan sabar selalu menasehati dan memberi dukungan buat Aria.walaupun ia sudah dikhianati.
Istrinya ingin menjaga perkawinan yang telah dijalaninya selama lebih dari duabelas tahun,ia tidak ingin anak-anaknya merasakan akibat buruk dari perceraian,Ia ingin menjaga ikatan suci perjanjian yang teguh kepada Allah saat ijab Kabul bersama Aria,walaupun kenyataan pahit ia harus terima pada saat ini.,tapi ia percaya bahwa suaminya ini bisa berubah,bukankah suaminya dulu adalah seorang yang sholeh dan baik sebelum kaya?ia merasa bahwa suaminya tidak lulus saat dicoba dengan kekayaan dan wanita,hingga akhirnya ia dan suaminya harus mulai dari bawah lagi mendaki tangga kesuksesan.
Akhirnya Ariapun bangkit kembali.Ia mulai mengaji kembali,dan sekarang Ia berjualan buku-buku Islam dan obat-obatan herbal dengan berpindah-pindah tempat tergantung ditempat itu ada acara atau tidak.Selain itu ia juga belajar bekam(pengobatan cara Nabi) sehingga bisa menambahi penghasilan buat keluarganya,walaupun jauh dibandingkan dengan penghasilannya direstoran,tapi Aria merasakan keberkahan dan ketenangan.
Aria telah belajar dari masalalunya, Seorang Aktivis Dakwahpun bisa terperosok didalam fitnah harta dan wanita,apalagi saat Ia jauh dari lingkungan yang baik atau teman-teman yang sholeh,seorang aktivits dakwah juga manusia biasa,dia bukan Malaikat,bisa khilaf dan melakukan dosa.Aria merasa Ia mudah sekali terpengaruh oleh lingkungan negatif.Ia telah menyadari kekeliruannya dan berusaha memperbaikinya,menurut Aria apapun yang terjadi kepada diri kita,entah itu kekayaan atau kemiskinan,semuanya akan memiliki nilai saat kita dekat dengan Allah.Apalah artinya kekayaan ketika kita jauh dari Allah..dan berhati-hatilah kepada nafsu yang menjerumuskan disaat kita sudah memiliki segalanya dan Jika orang lain sudah kehilangan kepercayaan dengan kita,maka akan susah bagi kita untuk mengembalikan kepercayaan tersebut. (diinspirasi dari kisah seseorang)..
Kisah Aria ini mengingatkan saya tentang Tsa’labah.Sahabat Rasulullah Saw yang dulunya sangat miskin,bahkan untuk sholat berjama’ah pun pakaiannya harus bergantian dengan istrinya,sehingga Tsa’labah selalu buru-buru bila selesai sholat berjamaah,hingga akhirnya Ia meminta Rasullullah mendoakan dirinya agar mendapat rezeki yang banyak,dan Rasulullah pun berkata:
Tsa”labah sahabatku, engkau dapat mensyukuri hartamu yang sedikit itu lebih baik dari pada engkau bergelimangkan harta tetapi engkau menjadi manusia yang kufur. Nasehat Rasululloh sedikit menghibur hati Tsa”labah, karena sesungguhnya yang ada dalam benaknya adalah dia sudah bosan menjalani hidup yang serba kekurangan, Satu-satunya cara agar cepat menjadi kaya adalah memohon doa kepada Rasululloh, karena Doa seorang utusan Alloh pasti didengar Alloh, itulah yang selalu menjadi angan-angan Tsa’labah, hingga keesokan harinya ia kembali menemui Rasulullloh, dan memohon agar beliau mau mendoakannya agar menjadi orang kaya. Rasululloh kembali menasehati, “ Wahai Tsa’Labah. Demi Dzat diriku diriku berada ditanganNya, seandainya aku memohon kepada Alloh agar Gunung Uhud menjadi emas, Alloh pasti mengabulkannya, tetapi apa yang terjadi jika gunung uhud benar-benar menjadi emas, masjid-masjid akan sepi!. Semua orang akan sibuk memupuk kekayaan dari gunung itu, aku khawatir jika engkau menjadi orang kaya engkau akan lupa beribadah kepada Alloh.
Tsa’labah pun terdiam mendengar perkataan Rasulullah,tetapi karena dorongan hatinya begitu kuat untuk terbebas dari belenggu kemiskinan, besoknya lagi, Ia pun kembali memohon kepada Rasulullah agar mendoakan dirinya, Kali ini Rosululloh tidak bisa menolak keinginan Tsa’labah, beliau menengadahkan tangan kelangit” Ya…ALLAH…limpahkanlah rejekiMU kepada Tsa’Labah”. Kemudian Rasulullloh memberikan kambing betina yang sedang bunting kepada Tsa’labah, ”Peliharalah kambing ini baik-baik….pesan Rasulullloh. Tsa’labah pulang membawa kambing pemberian Rasulullloh dengan hati yang berbunga-bunga” Dengan modal kambing serta Do’a Rasululloh aku yakin aku akan menjadi orang yang kaya raya.
Hari berganti hari, Tsa’labah yang dulu lusuh dan miskin,sekarang menjadi orang yang kaya dan terpandang,kambingnya berjumlah ribuan,karena ia terlalu sibuk dengan dunia,hingga jarang hadir dalam sholat berjamaah dimesjid.
Sampai Rosulullloh bertanya” Wahai sahabatku. sudah sekian lama Tsa’labah tidak keliahatan di masjid…taukah kalian kemana dan bagaimana keadaannya sekarang. “Wahai Rasulullloh. Tsa’labah sudah menjadi orang kaya. Lembah-lembah di Madinah maupun di luar Madinah telah penuh sesak dengan kambing-kambingnya Tsa’labah.” “ Benarkah.. mengapa ia tidak pernah menyerahkan Shodakahnya sedikitpun?”.
Setelah Alloh menurunkan ayat tentang kewajiban Zakat. Rasulullloh mengutus dua orang sahabat untuk menjadi amil zakat, seluruh umat Islam di Madinah yang hartanya dipandang sudah Nisob zakat didatangi, tak terkecuali Ts’Labah pun menjadi giliran. Kedua utusan Rasulullloh membacakan ayat zakat dihadapat Tsa’labah. Kemudian setelah dihitung dari seluruh harta kekayaannya ternyata memang banyak harta Tsa’labah yang harus diserahkan sebagai zakat. Tak disangka Tsa’labah mukanya berubah merah, ia berang.dan berkata:
“Apa-apaan ini. Kalian mengatakan ini zakat tetapi menurutku ini lebih tepat disebut upeti!. Pajak!. Sejak kapan Rosulullloh menarik upeti Hah.!? Aku bisa rugi” ucap Tsa’labah. “Kalian pulang saja aku tidak mau menyerahkan hartaku ..!”
Kedua utusan Rasulullloh kembali menghadap Rasulullloh dan menceritakan semua perbuatan Tsa’Labah, beliau bersedih telah kehilangan seorang sahabat yang dulu tekun beribadah ketika miskin namun setelah kaya ia telah terpengaruh dengan harta kekayaannya. “Sunggu celaka Tsa’labah.. Celakalah ia..” Kemudian Allah menurunkan ayat 75-78 dalam surat At-Taubah
“Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah, “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.” Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. Tidaklah mereka tahu bahwasannya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasannya Allah amat mengetahui yang ghaib?”
Tsa’labah mendengar ada ayat turun mengecam dirinya, ia mulai ketakutan. Segera ia temui Nabi sambil menyerahkan zakatnya. Akan tetapi Nabi menolaknya, “Allah melarang aku menerimanya.” Tsa’labah menangis tersedu-sedu. Setelah Nabi wafat, Tsa’labah menyerahkan zakatnya kepada Abu Bakar, kemudian Umar, tetapi kedua Khalifah itu menolaknya. Tsa’labah pun meninggal pada masa Utsman.
Saudaraku..
Apakah masih ada Tsa’labah sekarang? Jangan-jangan kitalah Tsa’labah-Tsa’labah baru yang dengan linangan air mata memohon agar rezeki Allah turun kepada kita, dan ketika rezeki itu turun, dengan sombongnya kita lupakan ayat-ayat Allah. Jangan sampai kita dengan alasan sibuk berbisnis tak lagi sempat sholat lima waktu tepat pada waktunya. Jangan sampai kita ,ketika ada yang meminta sedekah atau Zakat,kita malas bersedekah,atau memberikan dengan uang yang lusuh dan nilainya sangat sedikit dibandingkan kewajiban yang harus kita keluarkan..
YA ALLAH.. AMPUNI KAMI YA ALLAH..
Astaghfirullahhal’azim wa’atubuh ilaihi
Semoga kita bisa mengambil ibrah dari kisah Aria dan Tsa’labah ini…
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” [QS. Al-Anbiya (21): 35]
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman”.(QS.Az-Zumar(39):
Wallahu a’lam bish showab..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar