Dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam menikahiku ketika aku berusia enam tahun, maka kami datang ke Madinah, kemudian kami singgah di (pemukiman) Bani Al Harits bin Al Khazraj, dan aku menderita demam, serta rambutku berjatuhan (rontok karena sakit) hingga memenuhi pundak. Maka ibuku, Ummu Ruman menemuiku —pada saat itu aku tengah berada di tempat bermain bersama teman-temanku— ia pun berteriak kepadaku (memanggil). Aku mendatanginya dan tidak mengerti apa keinginannya. Dia meraih tanganku dan menempatkanku di sisi pintu rumah, aku pun terengah-engah hingga nafasku kerap terhenti. Ibuku mengambil sedikit air dan mengusapkannya di wajah dan kepalaku, lalu membawaku masuk ke dalam rumah dan ternyata di dalam rumah terdapat beberapa perempuan dari kalangan Anshar, mereka mengucapkan, "Semoga kebaikan dan keberkahan tercurahkan kepadamu, selamat atas nasib (ketentuan) yang baik." Kemudian ibuku menyuruhku untuk menyalami mereka, dan mereka pun mengagungkanku. Aku tidak merasa terkejut, melainkan ketika Rasulullah datang, dan ibuku menyerahkanku kepada beliau pada saat aku berusia sembilan tahun." Shahih: Al Irwa' (1831): Muttafaq Alaih.
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawal, dan beliau memulai hidup rumah tangga denganku juga di bulan Syawal. Tidak ada istri-istri beliau lainnya yang lebih mendapatkan keberuntungan di sisi beliau daripada aku." Kata perawi, "Aisyah senang mengawinkan para wanita pada bulan syawal." {Muslim: 4/142}
Dari Anas , dia berkata, "Nabi Shallallohu’alaihi wasallam memiliki sembilan orang istri. Apabila beliau menggilir di antara mereka, tidaklah kembali lagi pada giliran pertama kecuali setelah sembilan hari. Para istri Nabi setiap malam berkumpul di rumah istri yang mendapat giliran. Kebetulan saat itu giliran di rumah Aisyah, kemudian datanglah Zainab, lalu Nabi mengulurkan tangan kepadanya, kemudian Aisyah berkata, 'Ini Zainab!' Lalu Nabi melepaskan tangannya. Lalu Aisyah dan Zainab bertengkar mulut sehingga saling menjelekkan. Kemudian tibalah waktu shalat. Lalu Abu Bakar lewat di situ dan mendengar suara mereka berdua. Kemudian Abu Bakar mengatakan, 'Ya Rasulullah, marilah keluar untuk shalat dan sumbatlah mulut mereka dengan tanah!' Lalu Nabi keluar. Kata Aisyah, 'Sekarang Nabi sedang mengerjakan shalat, dan Abu Bakar akan datang memarahiku.' Ketika Nabi selesai shalat, Aisyah didatangi oleh Abu Bakar, lalu ia memarahi Aisyah. Kata Abu Bakar, 'Seperti inikah perbuatanmu?'" {Muslim 4/173}
Dari Aisyah, "Aku tidak mengetahui apa-apa hingga Zainab masuk kepadaku tanpa permisi (ijin), dan dalam keadaan marah, kemudian ia berkata, "Wahai Rasulullah! Tidakkah engkau cukup melupakan sesuatu yang lain karena cintamu kepada anak perempuan Abu Bakar." Kemudian ia menemuiku dan aku enggan menemuinya, sehingga Nabi Shallallohu’alaihi wa sallam bersabda, "Terimalah ia dan hadapilah." Maka akupun menemuinya, sampai aku menyaksikan mulutnya yang mengering, ia tidak menjawabku sama sekali. Maka akupun melihat wajah Rasulullah yang berseri karena gembira." Shahih: Ash-Shahihah (1862).
Dari Aisyah, ia berkata, "Nabi Shallallaohu’alaihi wasallam mengajakku berlomba (lari), dan aku dapat mengalahkan beliau." Shahih: Al Irwa (1502), Ash-Shahihah (131), Al Adab (171).
Dari Aisyah, ia berkata, "Aku bermain dengan boneka-boneka dan saat itu berada di sisi Rasulullah , maka beliau mengirim teman-temanku untuk bermain denganku." Shahih: Al Adab (107): Muttafaq Alaih.
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Aku pernah cemburu terhadap para wanita yang menyerahkan diri mereka kepada Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam, aku berkata, 'Apakah perempuan tersebut benar-benar menyerahkan dirinya?' Tatkala Allah Azza wa jalla menurunkan -surah Al Ahzaab ayat 51, artinya,- 'Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara istri-istrimu dan boleh pula menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka. Dan siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan-perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu,' Lalu Aisyah berkata, "Sungguh Tuhanmu begitu cepat dalam memenuhi keinginanmu." {Muslim 4/174}
Dari Aisyah, bahwasanya ia berkata, "Tidakkah seorang perempuan merasa malu untuk menghadiahkan dirinya kepada Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam? Sehingga Allah menurunkan, "Kamu boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. " (Qs. Al Ahzaab [33]: 51) Aisyah berkata, "Maka aku pun berkata, 'Sesungguhnya Tuhanmu senantiasa segera (menyutujui) apa yang kau cintai'." Shahih: Muttafaq Alaih.
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawal, dan beliau memulai hidup rumah tangga denganku juga di bulan Syawal. Tidak ada istri-istri beliau lainnya yang lebih mendapatkan keberuntungan di sisi beliau daripada aku." Kata perawi, "Aisyah senang mengawinkan para wanita pada bulan syawal." {Muslim: 4/142}
Dari Anas , dia berkata, "Nabi Shallallohu’alaihi wasallam memiliki sembilan orang istri. Apabila beliau menggilir di antara mereka, tidaklah kembali lagi pada giliran pertama kecuali setelah sembilan hari. Para istri Nabi setiap malam berkumpul di rumah istri yang mendapat giliran. Kebetulan saat itu giliran di rumah Aisyah, kemudian datanglah Zainab, lalu Nabi mengulurkan tangan kepadanya, kemudian Aisyah berkata, 'Ini Zainab!' Lalu Nabi melepaskan tangannya. Lalu Aisyah dan Zainab bertengkar mulut sehingga saling menjelekkan. Kemudian tibalah waktu shalat. Lalu Abu Bakar lewat di situ dan mendengar suara mereka berdua. Kemudian Abu Bakar mengatakan, 'Ya Rasulullah, marilah keluar untuk shalat dan sumbatlah mulut mereka dengan tanah!' Lalu Nabi keluar. Kata Aisyah, 'Sekarang Nabi sedang mengerjakan shalat, dan Abu Bakar akan datang memarahiku.' Ketika Nabi selesai shalat, Aisyah didatangi oleh Abu Bakar, lalu ia memarahi Aisyah. Kata Abu Bakar, 'Seperti inikah perbuatanmu?'" {Muslim 4/173}
Dari Aisyah, "Aku tidak mengetahui apa-apa hingga Zainab masuk kepadaku tanpa permisi (ijin), dan dalam keadaan marah, kemudian ia berkata, "Wahai Rasulullah! Tidakkah engkau cukup melupakan sesuatu yang lain karena cintamu kepada anak perempuan Abu Bakar." Kemudian ia menemuiku dan aku enggan menemuinya, sehingga Nabi Shallallohu’alaihi wa sallam bersabda, "Terimalah ia dan hadapilah." Maka akupun menemuinya, sampai aku menyaksikan mulutnya yang mengering, ia tidak menjawabku sama sekali. Maka akupun melihat wajah Rasulullah yang berseri karena gembira." Shahih: Ash-Shahihah (1862).
Dari Aisyah, ia berkata, "Nabi Shallallaohu’alaihi wasallam mengajakku berlomba (lari), dan aku dapat mengalahkan beliau." Shahih: Al Irwa (1502), Ash-Shahihah (131), Al Adab (171).
Dari Aisyah, ia berkata, "Aku bermain dengan boneka-boneka dan saat itu berada di sisi Rasulullah , maka beliau mengirim teman-temanku untuk bermain denganku." Shahih: Al Adab (107): Muttafaq Alaih.
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Aku pernah cemburu terhadap para wanita yang menyerahkan diri mereka kepada Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam, aku berkata, 'Apakah perempuan tersebut benar-benar menyerahkan dirinya?' Tatkala Allah Azza wa jalla menurunkan -surah Al Ahzaab ayat 51, artinya,- 'Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara istri-istrimu dan boleh pula menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka. Dan siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan-perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu,' Lalu Aisyah berkata, "Sungguh Tuhanmu begitu cepat dalam memenuhi keinginanmu." {Muslim 4/174}
Dari Aisyah, bahwasanya ia berkata, "Tidakkah seorang perempuan merasa malu untuk menghadiahkan dirinya kepada Rasulullah Shallallohu’alaihi wa sallam? Sehingga Allah menurunkan, "Kamu boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. " (Qs. Al Ahzaab [33]: 51) Aisyah berkata, "Maka aku pun berkata, 'Sesungguhnya Tuhanmu senantiasa segera (menyutujui) apa yang kau cintai'." Shahih: Muttafaq Alaih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar