Dear all Bunda, membaca pertanyaan Bunda Dewi, saya merasa sangat perlu menjelaskan sekedar apa yang saya ketahui tentang khitan anak perempuan ini. Karena nilai seorang wanita sangat berharga karena dari merekalah akan lahir anak manusia.
Wiseman say, "Mendidik seorang anak wanita sama dengan mendidik seluruh umat manusia. Sedangkan mendidik ... See Moreseorang anak laki-laki sama dengan mendidik seorang manusia."
Dewasa ini permasalahan khitan wanita menjadi kontroversial sejak beberapa waktu yll WHO menetapkan larangan sunat u/perempuan.
Sekarang marilah besama kita menjadi orang tua yang kritis dan ilmiyah.
Asal mula perintah khitan adalah dari agama Islam, yaitu dari Rosulullooh Shollalloohu 'Alaihi Wa sallam. Sejak ribuan tahun lalu berkhitan juga disyariatkan kepada wanita. Abu Abdillah berkata, dari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Apabila dua khitan (laki-laki dan perempuan) bertemu (senggama) maka wajib mandi” [Ahmad VI/239. Tirmidzi 109, dan Ibnu Majah 608]
Dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa para wanita dahulu (pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berkhitan.
Begitu pula hadits Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang wanita tukang khitan pernah mengkhitan (seorang anak wanita), maka Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya, “Sisakan sedikit bila engkau mengkhitan” [Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah V/420-421]
Al-Khallaf meriwayatkan dengan sanadnya dari Syaddad bin Aus, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan mulia (utama) bagi wanita” [1]
Begitulah Islam, agama rahmatan lil 'alamiin. Menjelaskan kepada kita sejelas-jelas perkara dalam setiap aspek kehidupan. Sampai pada masalah khitan.
Bunda...
Begitu pentingnya khitan bagi anak wanita karena ini sangat berkaitan erat dengan gairah syahwatnya. Pernahkah Bunda tahu apa latar belakang di balik larangan khitan wanita yg diusung WHO? Tidak lain dan tidak bukan untuk menghacurkan kaum Muslimin..!
Mereka jauh lebih pintar dan paham bahwa perang fisik tidak lagi dapat menghabiskan kaum Muslimin dari bumi Allooh. Maka serangan itu mereka lancarkan dari berbagai sudut, salah satunya dari segi kesehatan. Karena dari sisi ini manusia tentu akan banyak yang percaya karena adanya alasan2 medis yg akurat dan ilmiyah.
Mereka mengatakan sunat bagi anak perempuan akan dapat membahayakan si anak tsb. Padahal, lihatlah..!! Kita ini kan 'produk' ortu2 kita dan telah hidup belasan bahkan puluhan tahun, dan sehat sehat saja. Padahal saya yakin kita semua dahulu dikhitan oleh bidan2 atau dokter.
Lalu apa sebenarnya alasan musuh Islam itu?
Logikanya begini : Wanita yg tidak dikhitan akan memiliki syahwat yang sangat besar, yang akan mengakibatkan dia tumbuh menjadi wanita yang liar. Tak perlu jauh2 mencari contoh. Lihat saja artis2 luar negeri dari barat. Bagaimana akhlak mereka?? Nah, seperti itulah wnaita yg tidak dikhitan. Musuh-musuh Islam telah paham bahwa dengan rusaknya wanita, maka akan dengan sangat mudah merusak peradaban manusia. Karena wanitalah yang kelak menjadi ibu, pendidik manusia yg petama kali.
Lagipula khitan yg dipahami mereka berbeda dengan Islam. Khitan dalam Islam adalah tidak memotong habis klitoris (yg ada diantara labia mayora/bibir vagina) sebagaimana adat istiadat kaum Afrika. Khitan yg syar'i adalah hanya memotong sedikit ujung klitoris (seperti membelahnya begitu). Kakak saya pernah coass di sebuah pulau di Kep.Seribu dan mengkhitan seorang anak berumur enam tahun. Dia dibimbing oleh dosennya bahwa khitan anak wanita yg benar ya yg seperti Islam ajarkan tsb.
Yakinlah bahwa Rosulullooh memerintahkan kita mengkhitan anak2 wanita bukanlah untuk hawa nafsunnya (kepentingan pribadinya). Bahkan beliau sangat menyayangi ummatnya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.
"Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)" (QS. An-Najm 1-4)
Laa hawlaa walaa quwwataa illaa billaah
Wiseman say, "Mendidik seorang anak wanita sama dengan mendidik seluruh umat manusia. Sedangkan mendidik ... See Moreseorang anak laki-laki sama dengan mendidik seorang manusia."
Dewasa ini permasalahan khitan wanita menjadi kontroversial sejak beberapa waktu yll WHO menetapkan larangan sunat u/perempuan.
Sekarang marilah besama kita menjadi orang tua yang kritis dan ilmiyah.
Asal mula perintah khitan adalah dari agama Islam, yaitu dari Rosulullooh Shollalloohu 'Alaihi Wa sallam. Sejak ribuan tahun lalu berkhitan juga disyariatkan kepada wanita. Abu Abdillah berkata, dari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Apabila dua khitan (laki-laki dan perempuan) bertemu (senggama) maka wajib mandi” [Ahmad VI/239. Tirmidzi 109, dan Ibnu Majah 608]
Dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa para wanita dahulu (pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berkhitan.
Begitu pula hadits Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang wanita tukang khitan pernah mengkhitan (seorang anak wanita), maka Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya, “Sisakan sedikit bila engkau mengkhitan” [Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah V/420-421]
Al-Khallaf meriwayatkan dengan sanadnya dari Syaddad bin Aus, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Khitan itu sunnah bagi laki-laki dan mulia (utama) bagi wanita” [1]
Begitulah Islam, agama rahmatan lil 'alamiin. Menjelaskan kepada kita sejelas-jelas perkara dalam setiap aspek kehidupan. Sampai pada masalah khitan.
Bunda...
Begitu pentingnya khitan bagi anak wanita karena ini sangat berkaitan erat dengan gairah syahwatnya. Pernahkah Bunda tahu apa latar belakang di balik larangan khitan wanita yg diusung WHO? Tidak lain dan tidak bukan untuk menghacurkan kaum Muslimin..!
Mereka jauh lebih pintar dan paham bahwa perang fisik tidak lagi dapat menghabiskan kaum Muslimin dari bumi Allooh. Maka serangan itu mereka lancarkan dari berbagai sudut, salah satunya dari segi kesehatan. Karena dari sisi ini manusia tentu akan banyak yang percaya karena adanya alasan2 medis yg akurat dan ilmiyah.
Mereka mengatakan sunat bagi anak perempuan akan dapat membahayakan si anak tsb. Padahal, lihatlah..!! Kita ini kan 'produk' ortu2 kita dan telah hidup belasan bahkan puluhan tahun, dan sehat sehat saja. Padahal saya yakin kita semua dahulu dikhitan oleh bidan2 atau dokter.
Lalu apa sebenarnya alasan musuh Islam itu?
Logikanya begini : Wanita yg tidak dikhitan akan memiliki syahwat yang sangat besar, yang akan mengakibatkan dia tumbuh menjadi wanita yang liar. Tak perlu jauh2 mencari contoh. Lihat saja artis2 luar negeri dari barat. Bagaimana akhlak mereka?? Nah, seperti itulah wnaita yg tidak dikhitan. Musuh-musuh Islam telah paham bahwa dengan rusaknya wanita, maka akan dengan sangat mudah merusak peradaban manusia. Karena wanitalah yang kelak menjadi ibu, pendidik manusia yg petama kali.
Lagipula khitan yg dipahami mereka berbeda dengan Islam. Khitan dalam Islam adalah tidak memotong habis klitoris (yg ada diantara labia mayora/bibir vagina) sebagaimana adat istiadat kaum Afrika. Khitan yg syar'i adalah hanya memotong sedikit ujung klitoris (seperti membelahnya begitu). Kakak saya pernah coass di sebuah pulau di Kep.Seribu dan mengkhitan seorang anak berumur enam tahun. Dia dibimbing oleh dosennya bahwa khitan anak wanita yg benar ya yg seperti Islam ajarkan tsb.
Yakinlah bahwa Rosulullooh memerintahkan kita mengkhitan anak2 wanita bukanlah untuk hawa nafsunnya (kepentingan pribadinya). Bahkan beliau sangat menyayangi ummatnya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.
"Demi bintang ketika terbenam. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)" (QS. An-Najm 1-4)
Laa hawlaa walaa quwwataa illaa billaah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar