Rabu, 06 Januari 2010

Keterangan Yang Menyatakan Ada Kalangan Umat Islam Yang Menyembah Berhala Bagikan

tSungguh ini kenyataan yang telah terjadi pada masa kini, ada dikalangan umat Islam yang bersikap berlebihan terhadap kuburan, sehingga menjadikannya sebagai tempat ibadah, berdoa, dan memohon barakah terhadapnya, dan jadilah kuburan itu sebuah berhala.

Kalaupun mereka diperingatkan, pastilah mereka akan menjawab : "Kami tidak menyembah kuburan ini, hanyalah kami jadikan sebagai tempat momohon dan perantara antara kami dengan Allah." Naudzubillah min dzalik.

Firman Allah,
"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar".
(Az Zumar:3).

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut)* dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. (An-Nisa': 51).

"Katakanlah, 'Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?". (Al-Maidah: 60).

"Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, 'Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya." (Al-Kahfi: 21).

Dari Abu Sa'id bahwa Rasulullah bersabda,
"Sungguh, kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak panah lainnya, sampai kalaupun mereka masuk ke liang biawak, niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, (apakah mereka) orang-orang Yahudi dan Nasranikah (yang akan diikuti) ?" Beliau menjawab, "Lalu siapa lagi?". (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Imam Muslim meriwayatkan dari Tsaubah bahwa Rasulullah bersabda,
"Sesungguhnya Allah telah membentangkan bumi kepadaku sehingga aku dapat melihat belahan timur dan belahan baratnya. Dan sesungguhnya umatku kekuasaannya akan mencapa belahan bumi yang telah dibentangkan kepadaku itu. Dan aku diberi perbendaharaan simpanan: Merah dan Putih (Imperium Persia dan Romawi). Aku meminta kepada Tuhanku untuk umatku agar mereka jangan dibinasakan dengan paceklik yang berkepanjangan, dan jangan dikuasakan kepada musuh selain dari kaum mereka sendiri sehingga musuh itu nantinya akan merampas seluruh negeri mereka. Lalu Tuhanku berfirman, 'Hai Muhammad! Bila Aku telah menetapkan sesuatu, maka ketetapan itu tidak akan diubah lagi, dan sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu, mereka dengan paceklik yang tidak berkepanjangan, dan tidak akan menjadikan seorang musuh berkuasa atas mereka (kecuali) dari kaum mereka sendiri, maka nantinya musuh itu tidak akan dapat merampas seluruh negeri mereka sekalipun manusia yang ada di seluruh belahan bumi berkumpul menghadapi mereka, sampai (umatmu itu sendiri) sebagian mereka menghancurkan sebagian yang lain dan sebagian mereka menawan sebagian yang lain".

Hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Barqani dalam Shahihnya dengan tambahan,
"Dan yang aku khawatirkan terhadap umatku tiada lain adalah para pemimpin yang menyesatkan, dan apabila pertumpahan darah telah menimpa umatku maka tidak akan berakhir sampai hari Kiamat. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada suatu kaum dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan beberapa kelompok dari umatku menyembah berhala.

Dan sesungguhnya akan ada di antara umatku tiga puluh pendusta yang semuanya mengaku sebagai nabi, padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada lagi sesudahku, (sungguh pun demikian) akan tetap ada dari umatku segolongan yang tegas membela Al-Haq dan mendapat pertolongan (dari Allah), mereka tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang yang menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah Tabaraka wa Ta'ala".

)*
Terdapat beberapa tafsiran dari kalangan Salaf tentang makna kata Jibt, antara lain: berhala, sihir, tukang ramal, Huyai bin Akhthab dan Ka'ab bin Al-Asyraf (kedua orang ini adalah tokoh orang-orang Yahudi di zaman Rasulullah). Dengan demikian pengertiannya umum, namun mencakup makna itu semua, sebagaimana dikatakan oleh Al-Jauhari dalam Ash-Shahihah , Jibt itu adalah kata-kata yang dapat digunakan untuk berhala, tukang ramal, tukang sihir dan sejenisnya... Demikian halnya dengan thaghut, terdapat beberapa tafsiran yang menunjukkan pengertian umum. Antara lain: setan, setan dalam wujud manusia, berhala, tukang ramal, Ka'ab al-Asyraf. Ibnu Jarir Ath-Thabrani, dalam menafsirkan ayat ini, setelah menyebutkan beberapa tafsiran dari ulama Salaf, mengatakan, Jibt dan Thaghut itu ialah dua sebutan untuk setiap yang diagungkan dengan disembah selain Allah, atau ditaati, atau dipatuhi; baik yang diagungkan itu batu, manusia, ataupun setan.

Referensi:
Kitab At-Tauhid Al-Ladzi Huwa Haqqullah 'Ala "Abid
Syaikh Muhammad At-Tamimi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar