Senin, 26 April 2010

AWALUDIN MA'RIFATULLAH ( Awal Agama Mengenal ALLAH ) bacalah dengan seksama.

MAKRIFATULLAH: Mengenal Allah SWT, pada Zat-nya, pada Sifat-nya, pada Asma-nya dan pada Af’al-nya.

AWALUDIN MA’RIFATULLAH Artinya :
Awal agama mengenal Allah.

LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya:
Tidak sah shalat tanpa mengenal Allah.

MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU Artinya:
Barang siapa mengenal dirinya dia mengenal Tuhannya.

ALASTU BIRAB BIKUM QOLU BALA SYAHIDNA Artinya:
Bukankah aku ini Tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,kami menjadi saksi.(QS.AL-ARAF 7:172)

AL INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU Artinya:
Manusia itu RahasiaKu dan akulah Rahasianya.

WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya:
Di dalam dirimu mengapa kamu tidak melihat.



ANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya:
Aku lebih dekat dari urat nadi lehermu.

LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya:
Aku tidak akan menyembah Allah apabila aku tidak melihatnya terlebih dahulu.

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH

Pada malam Ghaibul Ghaib yaitu dalam keadaan antah-berantah hanya Dzat semata.
Belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada bulan dan belum ada matahari, belum ada bintang belum ada sesuatupun. Malahan belum ada Tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, Diri yang punya Dzat tersebut telah mentajalikan diri-Nya untuk memuji diri-Nya.

Lantas tajalilah Nur Allah dan kemudian tajali pula Nur Muhammad (Insan Kamil), yang pada peringkat ini dinamakan Anta Ana, (Kamu, Aku) , (Aku,Kamu),Ana Anta. Maka yang punya Dzat bertanya kepada Nur Muhammad dan sekalian Roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.

Lantas ditanyakan kepada Nur Muhammad, Aku ini Tuhanmu? Maka dijawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh Roh, Ya…Engkau Tuhanku.

Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Araf [ 7]:172:
" ALASTU BIRAB BIKUM, QOOLU BALA SYAHIDNA."
Artinya : Bukan aku ini Tuhanmu? Betul engkau Tuhan kami, Kami menjadi Saksi.

Selepas pengakuan atau persumpahan Roh itu dilaksankan, maka bermulalah era baru di dalam perwujudan Allah SWT.
Seperti firman Allah dalam Hadits Qudsi yang artinya :“Aku suka mengenal diriku, lalu aku jadikan mahkluk ini dan aku perkenalkan diriku.
Apa yang dimaksud dengan mahkluk ini ialah : Nur Muhammad sebab seluruh kejadian alam maya ini dijadikan daripada Nur Muhammad tujuan yang punya Dzat mentajalikan Nur Muhammad adalah untuk memperkenalkan diri-nya sendiri dengan diri Rahasianya sendiri.

Maka diri Rahasianya itu adalah ditanggung dan diakui amanahnya oleh suatu kejadian yang bernama : Insan yang bertubuh diri bathin (Roh) dan diri bathin itulah diri manusia, atau Rohani.

Firman Allah dalam hadis Qudsi:
AL-INSAANU SIRRI WA-ANA SIRRUHU
Artinya : Manusia itu RahasiaKu dan Akulah yang menjadi Rahasianya.

Jadi yang dinamakan manusia itu ialah karena ia mengenal Rahasia.
Dengan perkataan lain manusia itu mengandung Rahasia Allah.

Karena manusia menanggung Rahasia Allah maka manusia harus berusaha mengenal dirinya,
dan dengan mengenal dirinya manusia akan dapat mengenal Tuhannya,
sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada Yang Punya Diri
pada waktu dipanggil oleh Allah SWT. Yaitu tatkala berpisah Roh dengan jasad.
(Tambahan Hajrikhusyuk: kembali kepada Allah harus selalu dilakukan semasa hidup, masih berjasad, contohnya dengan shalat, karena shalat adalah mikraj orang mukmin atau dengan ‘mati sebelum mati’).

Firman Allah An-Nisa [ 4] :58:
" INNALLAHA YAK MARUKUM ANTU ABDUL AMANATI ILAAHLIHA."
Artinya: Sesunggunya Allah memerintahkan kamu supaya memulangkan amanah kepada yang berhak menerimanya. (Allah).

Hal tersebut di atas dipertegas lagi oleh Allah dalam Hadits Qudsi :

MAN ARAFA NAFSAHU,FAQAT ARAFA RABAHU.
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya.

Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini, pernah ditawarkan Rahasia-nya itu kepada Langit, Bumi dan Gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya.

Seperti firman Allah SWT Al Ahzab [33]:72.

INNA ‘ARAT NAL AMATA, ALAS SAMAWATI WAL ARDI WAL JIBAL FA ABAINA ANYAH MILNAHA WA AS FAKNA MINHA,WAHAMA LAHAL INSANNU.

Artinya : Sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tetapi mereka enggan memikulnya dan merasa tidak akan sanggup,
lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya.

Oleh karena amanat (Rahasia Allah) telah diterima, maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya. Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang punya Rahasia.

Setelah amanat (Rahasia Allah) diterima oleh manusia (diri Batin/Ruh) untuk tujuan inilah maka Adam dilahirkan untuk bagi memperbanyak diri, diri penanggung Rahasia dan berkembang dari satu abad ke satu abad, diri satu generasi ke satu generasi yang lain sampai alam ini mengalami KIAMAT DAN RAHASIA ITU KEMBALI KEPADA ALLAH.

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN.
Artinya : Kita berasal dari Allah, dan kembali kepada Allah.


يأيتها النفس المطمئنة (27) ارجعى إلى ربك راضية مرضية (28) فادخلى فى عبادى (29) فادخلى جنتى (30) الفجر.

Wahai jiwa-jiwa yang tenang (27), kembalilah kepada Tuhanmu dengan rela dan diridhai (28), masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (29), masuklah ke dalam sorga-Ku (30).
[Q. S. al-Fajr,[ 89]: 27-30].

[2]يأيهاالذين أمنوااجتنبواكثيرا من الظن إن بعض الظن إثم ولا تجسسوا ولايغتب بعضكم بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه واتقواالله إن الله تواب رحيم (12) الحجرات.

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah praduga, karena sebagian praduga adalah dosa. Janganlah saling bergunjing atau pun saling mencaci.
Adakah di antara kalian yang suka makan daging saudaranya yang telah meninggal?
Tentu tidak bukan ?. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Menerima tobat dan Maha Penyayang.
[Q. S. al-Hujurat, 49: 12].

ألشيطان يعدكم الفقر ويأمركم بالفحشآء والله يعدكم مغفرة منه وفضلا والله واسع عليم (268) البقرة.

Setan mengancam kamu sekalian dengan kefakiran dan menyuruhmua melakukan kejahatan.
Padahal Allah menjanjikan ampunan dan keutamaan. Allah Maha lapang dan Maha tahu.
[Q. S. al-Baqarah, [2]: 268].

من شر الوسواس الخناس (4) الذى يوسوس فى صدورالناس (5) من الجنة والناس (6) الناس.

Dari kejahatan para pembisik yang jahat (4) yang membisikkan (keraguan) dalam hati manusia (5) dari jin dan manusia (6). [Q. S. al-Nas, 114: 4-6].

ومن شر حاسد إذا حسد (5) الفلق.

...dan dari kejahatan dia yang iri manakala dengki. [Q. S. al-Falaq, 113: 5].

[3]لاتحاسدوا ولا تناجسوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولايبع بعضكم على بيع بعض وكونوا عبادالله إخوانا...(رواه مسلم)

Janganlah saling mendengki, saling menaikkan harga (untuk menipu), saling membenci, saling membelakangi, menjual jualan yang lain. Jadilah hamba Allah yang bersaudara... [H. R. Muslim].

[4]لايؤمن احدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه (رواه البخارى ومسلم)

Kamu belum termasuk orang yang beriman hingga kamu mencintai saudaramu sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri [H. R. Muslim].

...والله في عون العبد ما كان العبد فى عون أخيه... (رواه مسلم)

...dan Allah menolong menolong hamba selama sang hamba menolong saudaranya... [H. R. Muslim].

...أن رجلا قال للنبي صلعم: أوصني! قال: لا تغضب. فردد مرارا، قال: لا تغضب (رواه البخارى)

...seorang laki-laki mohon kepada Nabi, “Nasehatilah saya!” Nabi berkata, “Jangan marah.” Laki-laki itu mengulang-ulang permohonannya. Nabi berkata, “Jangan marah!” [H. R. Bukhari].

...وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان (2)

... tolong-menolonglah dalam hal kebaikan dan ketakwaan, jangan dalam hal dosa dan permusuhan. [Q. S. al-Maidah, 5: 2].

إنما يأمركم بالسوء والفحشآء وأن تقولوا على الله ما لا تعلمون (169)

Dia (setan) hanya menyuruhmu melakukan keburukan dan kejahatan, serta mengatakan hal yang tidak kamu ketahui tentang Allah [Q. S. al-Baqarah, 2:169].

فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك فاعف عنهم واستغفر لهم وشاورهم فى الأمر فإذا عزمت فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين (159)

Adalah karena rahmat Allah jualah bahwa kamu bersikap lemah-lembut kepada mereka.
Andai kamu bersikap keras dan berhati batu, tentu mereka akan menjauhimu.
Maafkanlah mereka dan mohonkan ampunan, dan bermusyawarahlah dalam hal apa pun.
Jika kamu telah berteguh hati (dalam hal apa pun), maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah mencintai siapa pun yang bertawakkal (kepada-Nya).
[Q. S. Alu ‘Imran,[ 3]: 159].

فقولا له قولا لينا لعله يتذكر أو يخشى (44)

Maka katakanlah (olehmu berdua) kepada dia dengan perkataan yang lembut,
agar dia ingat atau takut. [Q. S. Thaha, 20: 44].

[5]ألشيطان يعدكم الفقر ويأمركم بالفحشآء والله يعدكم مغفرة منه وفضلا والله واسع عليم (268) البقرة.

Setan mengancam kamu sekalian dengan kefakiran dan menyuruhmua melakukan kejahatan. Padahal Allah menjanjikan ampunan dan keutamaan. Allah Mahalapang dan Mahatahu.
[Q. S. al-Baqarah,[ 2]: 268].

[6]ألشيطان يعدكم الفقر ويأمركم بالفحشآء والله يعدكم مغفرة منه وفضلا والله واسع عليم (268) البقرة.

Setan mengancam kamu sekalian dengan kefakiran dan menyuruhmua melakukan kejahatan. Padahal Allah menjanjikan ampunan dan keutamaan. Allah Mahalapang dan Mahatahu.
[Q. S. al-Baqarah,[ 2]: 268].

[7]إنني أنالله لآ إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري (14)

Sesungguhnya Akulah Allah, tiada tuhan selain Aku. Maka pujalah Aku, laksanakanlah shalat untuk mengingat-Ku. [Q. S. Thaha, [20]: 14].

[8]...والله في عون العبد ما كان العبد فى عون أخيه... (رواه مسلم)

...dan Allah menolong menolong hamba selama sang hamba menolong saudaranya... [H. R. Muslim].

يآأيهاالذين أمنوا إن جآءكم فاسق بنبإ فتبينوا أن تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا على ما فعلتم نادمين (6)

Wahai orang-orang yang beriman! Jika orang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka konfirmasilah (kebenarannya) agar kamu tidak menetapkan suatu hal atas pihak lain berdasarkan kabar yang tidak kamu ketahui (kebenarannya), akhirnya kamu akan menyesali perbuatanmu itu.
[Q. S. al-Hujurat,[ 49]: 6].

[9]يأيتها النفس المطمئنة (27) ارجعى إلى ربك راضية مرضية (28) فادخلى فى عبادى (29) فادخلى جنتى (30) الفجر.

Wahai jiwa-jiwa yang tenang (27), kembalilah kepada Tuhanmu dengan rela dan diridlai (28), masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (29), masuklah ke dalam sorga-Ku (30).
[Q. S. al-Fajr,[ 89]: 27-30].

[10]يآأيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناكم شعوبا وقبآئل لتعارفوا إن أكرمكم عندالله أتقاكم إن الله عليم خبير (13)

"Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah Kami ciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling takwa. Sesunggunya Allah Maha Mengetahui dan mengenal." [Q. S. Al-Hujurat, [49]: 13].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar