Kamis, 15 April 2010

ISRA’ MI’RAJ DAN TEORI EINSTEIN

ISRA’ MI’RAJ DAN TEORI EINSTEIN

http://nawwaf.wordpress.com/2009/02/12/isra-miraj-dan-teori-einstein/


ISRA`MI`RAJ, sebagai sebuah peristiwa metafisika (gaib), barangkali bukan sesuatu yang istimewa. Kebenarannya bukanlah sesuatu yang luarbiasa. Kebenaran metafisika adalah kebenaran naqliyah (: dogmatis) yang tidak harus dibuktikan secara akal, namun lebih bersifat imani. Valid tidaknya kebenaran peristiwa metafisika—secara akal, bukanlah soal selagi ia diimani.

Namun, Isra` Mi`raj bukanlah peristiwa metafisika. Ia adalah peristiwa fisika (: nyata; badaniah) yang dialami dan dijalani Nabi Muhammad saw dengan segenap kesadaran inderawinya, sebagaimana diterangkan dalam Alqur`an surat Al-Isra` ayat 1 (QS 17 : 1) “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ dan An Najm ayat 13 (QS 53:13) “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,”

Maka, sebagai peristiwa fisika, Isra` Mi`raj adalah sesuatu yang istimewa. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran yang luarbiasa. Keistimewaan ataupun keluarbiasaan tersebut, tidak lain karena pemberontakannya pada tradisi. Kebenaran Isra` Mi`raj adalah kebenaran inkonvensional.
Maka, wajar kiranya, jika banyak orang pun mempertanyakan (meragukan?) ke-shahih-an Isra` Mi`raj tersebut. Menganggap Isra` Mi`raj sebagai sesuatu yang mengada-ada dan dongeng Nabi belaka.

Toh, Isra` Mi`raj bukanlah cerita rekaan ataupun dongeng Nabi. Isra` Mi`raj adalah sebuah firman Ilahi dan, firman Ilahi tetaplah sebuah kebenaran. Kebenaran hakiki dan mutlak yang tidak dapat diganggu-gugat. Meski ia berseberangan dengan tradisi ilmu pengetahuan. Meski ia bertentangan dengan akal nalar manusia.

Albert Einstein
Maka, bukan suatu kebetulan kiranya, jika kemudian Allah ciptakan seorang manusia bernama Albert Einstein, ilmuwan berbangsa Yahudi (bangsa yang sejak awal `menentang` Islam), yang kelak dengan teorinya, kebenaran Isra` Mi`raj menjadi nyata adanya.
Lahir di Jerman tanggal 14 Maret 1879 dan meninggal di Amerika Serikat tanggal 16 April 1955. Sebagai ilmuwan, Einstein telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk menerobos dan membabat kelebatan dan kepekatan hutan ilmu pengetahuan. Dengan dedikasi dan vitalitasnya yang tinggi, iapun dapat membukakan jalan pencerahan bagi banyak orang. Ia telah menyumbangkan pikiran-pikirannya yang begitu berharga. Menyumbangkan teori-teorinya yang dapat memecahkan banyak teka-teki dan persoalan yang selama ini menyelimuti kehidupan.

Teori Relativitas
Satu dari sekian teorinya, adalah tentang relativitas. Sebuah teori yang mengupas hakikat alam semesta sebagai suatu susunan terpadu di mana segala yang ada di dalamnya, dengan kemajemukan dan keberagamannya, tunduk pada satu hukum universal, dengan kecepatan cahaya sebagai konstanta bandingnya. Sebuah teori yang, kelak melahirkan pula teori (ide) tentang bom atom yang begitu mengerikan itu.

Dalam teorinya itu, Einstein menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang mutlak dalam kehidupan ini. Segala sesuatu relatif dalam gerak dan kedudukannya. Sebuah bola yang bulat, suatu saat akan dapat berubah pipih. Begitu pun penggaris yang panjang, pada saat yang berbeda dapat mengerut, pendek. Sebuah benda yang berbobot ringan di satu saat, dapat menjadi berat atau tidak berbobot sama sekali di saat-saat lainnya. Jarum jam yang bergerak cepat mengukur waktu, ada kalanya menjadi lambat bahkan pada satu titik masa, berhenti sama sekali. Juga jantung yang berdenyut menandai usia, dapat mengalami kelambatan hingga usia pun berjalan lebih lambat dari yang semestinya.

Einstein merumuskan teorinya dalam sebuah persamaan:


t’ = waktu benda yang bergerak
t = waktu benda yang diam
v = kecepatan benda
c = kecepatan cahaya

Diterangkan bahwa perbandingan nilai kecepatan suatu benda dengan kecepatan cahaya, akan berpengaruh pada keadaan benda tersebut. Semakin dekat nilai kecepatan suatu benda (v) dengan kecepatan cahaya (c), semakin besar pula efek yang dialaminya (t`): perlambatan waktu. Hingga ketika kecepatan benda menyamai kecepatan cahaya (v=c), benda itu pun sampai pada satu keadaan nol. Demikian, namun jika kecepatan benda dapat melampaui kecepatan cahaya (v>c), keadaan pun berubah. Efek yang dialami bukan lagi perlambatan waktu, namun sebaliknya.

Pada awalnya, teori Relativitas itu pun mendapat banyak tentangan. Seperti halnya Nabi saat memberitakan Isra` Mi`raj, Einstein saat mengumumkan teori tersebut, banyak dicemooh bahkan dianggap tidak waras karena, sebagaimana juga Isra` Mi`raj, teorinya itu pun telah menentang tradisi yang selama ini dianut dan dielu-elukan. Relativitas telah menolak kemutlakan ukuran bahwa semua benda selalu dalam keadaan tetap, tidak pernah berubah. Sebuah bola akan tetap bulat, sebuah penggaris akan tetap panjang, usia akan tetap berlari menua, bagaimanapun kondisinya.

Namun ketika laboratorium kemudian dapat menemukan gejala yang sama sebagaimana terurai dalam Relativitas, segera teori itu pun memperoleh kedudukannya yang semestinya sebagai sebuah kebenaran.

Studi tentang sinar kosmis, merupakan satu pembuktian.
Didapati bahwa di antara partikel-partikel yang dihasilkan dari persingungan partikel-partikel sinar kosmis yang utama dengan inti-inti atom Nitrogen dan Oksigen di lapisan Atmosfer atas, jauh ribuan meter di atas permukaan bumi, yaitu partikel Mu Meson (Muon), itu dapat mencapai permukaan bumi. Padahal partikel Muon ini mempunyai paruh waktu (half-life) sebesar dua mikro detik yang artinya dalam dua perjuta detik, setengah dari massa Muon tersebut akan meleleh menjadi elektron. Dan dalam jangka waktu dua perjuta detik, satu partikel yang bergerak dengan kecepatan cahaya (± 300.000 km/dt) sekalipun paling-paling hanya dapat mencapai jarak 600 m. padahal jarak ketinggian Atmosfer di mana Muon terbentuk, dari permukaan bumi, adalah 20.000 m yang mana dengan kecepatan cahaya hanya dapat dicapai dalam jangka minimal 66 mikro-detik.

Lalu, bagaimana Muon dapat melewati kemustahilan itu?
Ternyata, selama bergerak dengan kecepatannya yang tinggi—mendekati kecepatan cahaya, partikel Muon mengalami efek sebagaimana diterangkan teori Relativitas, yaitu perlambatan waktu.

Kebenaran Isra` Mi`raj
Demikianlah Relativitas telah dapat membuktikan kebenarannya. Menyingkap kebenaran-kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik keruwetan dan arogansi ilmu pengetahuan. Termasuk, kebenaran Isra` Mi`raj.

Sebagaimana diterangkan di depan, ketika sebuah benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, seperti halnya partikel Muon, benda itu akan mengalami efek perlambatan waktu. Seseorang yang meluncur ke angkasa dengan pesawat yang berkecepatan mendekati kecepatan cahaya, maka ia akan mengalami pertambahan usia yang lebih lambat dari yang semestinya di bumi. Ketika kembali ke bumi ia akan mendapati bumi telah begitu tuanya sedang dirinya hanya bertambah beberapa waktu saja. Ia telah terlempar ke masa depan. Namun jika kecepatannya ditambahkan hingga melampaui batas kecepatan cahaya, yang akan dialaminya bukanlah perlambatan waktu, namun sebaliknya. Ketika kembali ke bumi, bukan masa depan yang didapatinya. Namun, ia kembali ke masa lalu. Ia telah menjadi penziarah masa lalu.

Dan, inilah yang telah direfleksikan buraq, hewan sejenis kuda bersayap sebagai kendaraan Nabi saat melakukan perjalanan Isra`. Ketika memulai perjalanan yaitu dari Masjid Alharam (Mekkah), dengan daya kecepatan buraq (v>c), Nabi tidaklah mengarah ke masa depan. Namun kembali ke masa lalu. Dan, melewati masa lalu itulah Nabi memberangkatkan perjalanannya. Hingga, seiring guliran-guliran waktu perjalanan itu, perjalannpun melaju ke titik waktu saat mana beliau baru memulai. Hingga, kesan yang ada pun seolah-olah Nabi melakukan perjalanan Isra` Mi`raj hanyalah sesaat. Padahal, hakikatnya, beliau pun menjalani Isra` Mi`raj, berdasarkan `perhitungan` waktu pribadinya, lazimnya perjalanan-perjalanan sejenis lainnya dengan menghabiskan waktu berjam-jam atau berhari-hari atau bahkan lebih.
Demikianlah, Allah memang senantiasa memfirmankan kebenaran. Dan, firman-firman Allah memang senantiasa benar adanya. Meski terkadang akal & logika kita sangat sulit untuk menjangkaunya.

Shadaqallahul-adzim.

Kepustakaan:
* Addardir, Ahmad. Qishatul Mi`raj lil `Alamah Najmuddin Alghaythy. Usaha Keluarga. Semarang.
* Alkhaibawi, Usman dan Abdullah Shonhadji (Penj.). Durratun Nashihin: Mutiara Mubaligh, Jilid 2. Almunawar. Semarang.
* Almuhally, Jalaluddin Muhammad bin Ahmad dan Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakar Assuyuthy. Tafsirulqur`nilkarim. Toha Putra. Semarang.
* http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_relativitas
* http://www.qurancomplex.org
* Mekantronika, Edisi Maret 1979.
* Mahmud, Musthafa, Dr. 1981. Einstein dan Teori Relativitas, Cetakan kedua. Al-Hidayah. Jakarta.
* Van Klimken, Gerry. 1989. Pengantar Fisika Modern. Satya Wacana. Semarang.
* Hidayah, Edisi 25, Jumadil Ula 1424 H/Agustus 2003.

Referensi By: Tony Wang PITI

Komentar

Sahabat Muslimku
kadang keterbatasan pengetahuan dan akal manusia menganggap sesuatu itu mustahil. pada teknologi Allah unlimited, pengetahuan manusia secuilnya pun gak ada. di saat orang2 menertawakan Rasulullah SAW dulu, sekarang tidak ada yg menertawakan beliau karena dengan pesawat arab - palestina bisa ditempuh dalam 1-2 jam. orang2 menertawakan buroq yg ... Lihat Selengkapnyamembawa Rasulullah ke langit ke-7, tapi mereka terpukau dg khayalan sci-fi star trek dan star wars. apakah kiamat yg datang duluan, atau pengetahuan manusia duluan yg bisa sampai pada teknologi secanggih itu? wallahu'alam. rasanya umur saya gak akan sampai utk melihat manusia mencapai teknologi secanggih itu :( cuman bisa lihat di film aja

-Tony Wang 王贤豹-
sah> utk saat ini ada sebagian ayat yg dpt dibuktikan dng ilmiah. Pada masa mendatang. Akan ada pembuktian2 lain yg lebih canggih!
Film fiksi sci. Juga cikal bakal pembuktian masa depan
Kemarin jam 15:30 melalui Facebook Seluler


Sahabat Muslimku
hehehe ... enak tenan om tony nek iso melaku2 ke luar angkasa hehehe :D iso ketemu klingon, lebaran bareng hehehe


Azis Setiawan
Sejarah ilmu pengetahuan mencatat bahwa dunia Islam pernah mencapai penguasaan yang gemilang di bidang sains, teknologi, dan filsafat di masa Dinasti Abbasiyah. Pada masa itu tradisi intelektual dan spirit pencarian serta pengembangan ilmu pengetahuan, yang diawali dengan translasi massif atas karya-karya ilmiah para filsuf Yunani kuno tertancap kuat, tumbuh dan berkembang pesat.

Dunia Islam melahirkan sederet nama ilmuwan masyhur. Mereka itu seperti Al Biruni (fisika, kedokteran), Jabir Haiyan (kimia), Al Khawarizmi (matematika), Al Kindi (filsafat), Al Razi (kimia, kedokteran), Al Bitruji (astronomi), ibnu Haitsam (teknik, optik), ibnu Sina (kedokteran), ibnu Rusyd (filsafat), ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi), dan banyak lagi yang lain.

Sosialisasi sains bagian dari islam bisa disampaikan melalui ceramah-ceramah agama ini. Sekedar contoh ayat-ayat terkait dengan alam... Lihat Selengkapnya

Alam diciptakan dalam enam masa (QS 32:4)
Bumi diciptakan dalam dua masa (QS 41:9)
Penciptaan tujuh langit dalam dua masa (QS 41:12)
Awan dikirim ke bumi yang tandus (QS 32: 27)
Teknologi pembuatan baju besi dikuasi nabi Daud as (QS 34:10-11)
Rekayasa angin dan tembaga cair dikuasai nabi Sulaiman as (QS 34:12)
Sains dan rekayasa angin (QS 38:36; 41:16)
Dinamika udara dan awan (QS 35:9)
Pola air laut (QS 35:12)
Kesetimbangan langit dan bumi (QS 35:41)
Penciptaan pasangan materi-antimateri (QS 36:36, 42:11)
Dinamika benda langit (QS 36:38-40)
Perkapalan (QS 36:41-43; 42:33-34)
Relasi kapal laut dan gunung (QS 42:32)
Pola garis putih, merah dan hitam pekat di antara gunung (QS 35:27)
Materi-materi di langit, bumi dan antaranya (QS 42:12).
Api dari kayu hijau (QS 36:80)
Suluh api (QS 37:10)
Rahasia dan kekuatan petir (QS 41:13)
Fertilasi tanaman dan manusia (QS 41:47)


Tan Liang Liang
aq di tag jg donk ko!


Chepot Kabayan Tea
Subhanalloh...Sungguh Luar Biasa Kebesaran Alloh swt...trnyata Keajaiban Dunia akan briringan dgn Keyakinan, matur nuwun Ko Tony atas pencerahannya...


Loe Tjin Hwa
Khamsia Pak Toni
saya juga baru dengar ini sekitar satu minggu, bahkan saya barusan dikasih softcopy dari tema itu dalam sebuah buku judul METAFISIKA, dari Universitas Panca Budi..
disana juga diuraikan tentang kisah Nabi yg membelah Laut dgn hitungan Fisika..


-Tony Wang 王贤豹-
azis> trim atas info tambahannya
liang> saat proses penge"tag"an , listrik mati ... sudah aku tag
chepot>subahanalaah
loe> tolong dipostingkan juga


-Tony Wang 王贤豹-
husnul, windari, dewi,sahabat, mimi dan han > thanx jempolnnya
sahabat> kalo keangkasa luar ... gelap loh ... hahahahah


Loe Tjin Hwa
InsyaALLAH segera Pak Tony.. :)


Tan Liang Liang
xie...xie ko.
@Hwa: kalo ada tentang nabi musa dlm ilmu fisika bagi ya.


Didy Sudarsono LimansantosoFull
@tony> mhn ijinnya utk saya tag
Kemarin jam 18:24 melalui Facebook Seluler ·

-Tony Wang 王贤豹-
didy> ok .. no problem ...


Mulyono Bakol Cctv
Ijin share pak... ini artikel memang saya cari... kalo bisa yang selain teori relativitas, mungkin bisa di sispkan teori unnihilisasi sebagai pembanding... cuma saya kesulitan mencari artikel tersebut..


-Tony Wang 王贤豹-
mul> ok share ...apa itu unnihilisasi ??


Mulyono Bakol Cctv
itu teori yang sekarang mungkin masih dipelajari... semacam proses pemindahan materi/massa benda ke ruang tertentu dengan kecepatan tertentu...


-Tony Wang 王贤豹-
pemindahan materi kayak film startrek .... ???


Mulyono Bakol Cctv
ya... walau agak aneh... tapi itu sekarang lagi ramai dibicarakan di banyak forum.... pak toni, ada referensi teori prof. santos yang bilang indonesia adalah atlantis yang hilang...


-Tony Wang 王贤豹-
refernsi Indonseis= atlantis yang hilang, itu aku ndak punya.
Tapi menurut analisaku ndak cocok dengan letak geografisnya (walau memang bisa bergerak) ....terlalu jauh... dari kutub selatan ke katulistiwa
Tapi aku pernah baca dimajalah "AKU TAHU",(thn 80an, mungkin sdh ndak terbit lagi). di kutub selatan ada semacam drainage / saluran dibawah lapisan es) ...mungkin itu ATLANTIS yang hilang ... jadi posisi masih tetap di kutub selatan


Mulyono Bakol Cctv
ooo... soalnya kmarin ada ulama yang bilang bahwa wilayah khatulistiwa (termasuk indonesia) saja yang ada manusianya dimasa jaman es.... katanya juga, manusia indonesia super kuno itu dimusnahkan karena tidak bersyukur pada Allah... jadi ngeri tinggal di indonesia... ternyata ada banyak gunung api baik di darat maupun dilaut...


Mulyono Bakol Cctv
ok... pak thank's infonya...


Sahabat Muslimku
iyo, teleporting ya :D katanya jg lagi di research tuh. kalo bisa baybay to macet hehehe :D om tony, nek gelap ning luar angkasa gowo lilin wae atawa petromax wakwakawkwa :D wis biasa ning kene lampu mati om hehehehe, barangkali ada PLN cabang pluto om hehehe... piye betmene edan ra sing gawe kui hehehe


Dewi Handayani Suprapto
Makasih sdh ditag u ku


Kardy Syaid
hanya iman yg bisa mempercayai perjalanan penuh hikmah itu. Maha benar Allah dgn segala Kuasa dan kehedakNya.


-Tony Wang 王贤豹-
Sahabat> batmane mantfff ... wkwkwk
Aku pernah bikin juga ... video klip anakku dan temannya, sedang nyanyikan lagu "MY HEART", memang betul nyanyikan itu, tapi dubbingnya aku pake yang asli "Irwansyah dan Acha" dan juga aku beri text "KARAOKE"
...... kalo batman (dubbingnya dan subtitlenya palsu) .. yang aku bikin (dubbingnya = suara asli) + sub title

Dewi> sama2


-Tony Wang 王贤豹-
bang kardy> thanx


-Tony Wang 王贤豹-
ipung, pak tani, mehdy, didy, robert, bank kardy : terima kasih atas jempolnya


-Tony Wang 王贤豹-
ipung, pak tani, mehdy, didy, robert, bank kardy : terima kasih atas jempolnya


Retno Pangestu Kusumawardhani
Pak, saya ambil buat di-share dgn teman2. Matur nuwun.


-Tony Wang 王贤豹-
retno> sip ... silahkan ... kapasitas tag sudah penuh ... hehehe, maaf ...
Kemarin jam 22:49

Mehdy Riza
pak,temenku yg non muslim blg itu fiktif krn faktanya Masjid Al-Aqsa saat ini adalah masjid yang dibangun secara permanen oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan selesai tahun 73 H.masjid yg di bangun untuk menghormati surat isro' itu. http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Aqsha

Mehdy Riza
btw temenku yg lain bilang isro mikraj itu memang perjalanan spiritual sang rasul dgn mengambil arti perjalanan ke masjid aqso=tempat sujud yg terjauh...mgkn ini ada artikel yg bagus http://syafaatleppa.wordpress.com/2009/07/04/revitalisasi-makna-isra%E2%80%99-dan-mi%E2%80%99raj/


-Tony Wang 王贤豹-
mehdy> namanya opini ya OK2, saja hehehe. kalaupun bukan spiritual dapat dibuktikan secara ilmiah, kalao secara spiritual ya sulit hehehe
utk temanmu yang non muslim, berpendapat dibangun thn 66. mungkin ada benarnya juga. kalo itu benar ... itu adalah FISIK masjid. tapi apakah yang namanya masjid itu adalah bentuk fisik bangunan. Atau sekedar tanah lapang !, tapi tempat berkumpul orang ? ... ???
....
kemungkinan kedua adalah tahun tsb ... diputar balikkan ???
2 jam yang lalu

Rev By: Tony Wang PITI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar